Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

UKW Jadi Ajang Pengukuhan Jati Diri Wartawan

Iklan Landscape Smamda
UKW Jadi Ajang Pengukuhan Jati Diri Wartawan
Para tamu undangan dan panitia penyelenggara mengabadikan momen pembukaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) KE-XVI di Universitas Muhammadiyah Surabaya (Huda/PWMU.CO)
pwmu.co -

Sebanyak 29 peserta mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar di Gedung G Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, Sabtu (20/9/2025).

Sekretaris PWI Jatim, Eko Pamuji, menegaskan bahwa UKW tidak hanya sebatas mengukur kemampuan teknis menulis. “Ada yang lebih penting, yakni alat ukur moral, yaitu kode etik wartawan. Wartawan bisa pintar menulis, tetapi yang utama adalah apakah ia pantas menjadi wartawan. Hal itu diukur dari kepatuhan pada kode etik,” ungkapnya.

Menurutnya, esensi UKW bukan sekadar menghasilkan tulisan terbaik, tetapi memastikan wartawan mampu bekerja secara independen, berimbang, dan tidak beritikad buruk. “Harapannya, baik peserta muda, madya, maupun utama, semua bisa menjaga integritas,” tambahnya.

Senada dengan Eko, Putut Darmawan dari Kominfo Jatim turut menyampaikan pentingnya etika dan itikad baik wartawan. Ia mengingatkan pentingnya menjaga ruang digital tetap sehat. “Kita harus menjaga kecepatan sebanding dengan keakuratan. Pemerintah Jawa Timur dalam menjaga kesehatan dunia digital sudah mengembangkan laman resmi bernama klinikhoaks.jatimprov.go.id untuk merawat dunia digital dari hoaks, disinformasi, dan ujaran kebencian,” jelasnya.

Direktur LUKW UMJ, Asep Setiawan, menyebut UKW sebagai langkah nyata untuk mengukuhkan jati diri wartawan. “UKW ini semacam pengingat bahwa wartawan sejati bukan hanya memproduksi fakta, tapi juga menjaga nurani. Apalagi di era artificial intelligence, wartawan dituntut untuk beradaptasi,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua MPID PWM Jatim, Dr. Suli Daim, M.M., menekankan peran wartawan dalam demokrasi. “Kami senang jika UKW mampu melahirkan jurnalis yang menjaga etika sesuai kode etik jurnalistik. Demokratisasi itu juga dibangun oleh jurnalis,” katanya.

Menurut Suli, tugas utama jurnalis adalah mendewasakan publik melalui informasi yang akurat, memperkuat jati diri profesi jurnalis, serta memberikan edukasi melalui fakta yang sebenarnya. Ia juga menuturkan bahwa publik berhak mengetahui kondisi riil di lapangan, bukan sekadar opini atau narasi yang menyesatkan.

Rektor UM Surabaya, Dr. Mundakir, S.Kep., Ns., M.Kep. FISQua., dalam sambutannya menyampaikan selamat atas kedatangan para peserta UKW sekaligus memberikan apresiasi atas pelaksanaan agenda ini. “Kami menyadari pentingnya peran wartawan, khususnya dalam dunia pendidikan. Prinsip pentingnya adalah menghindari hoaks. Wartawan adalah pilar kehidupan yang sehat,” tuturnya.

Ia berharap UKW dapat menjadi tolok ukur kualitas seorang wartawan, bukan sekadar dilihat dari seberapa banyak berita yang disitasi, tetapi dari sejauh mana kebenaran informasi yang disampaikan dapat diterima dan dipercaya oleh masyarakat.

Kegiatan ini akan berlanjut hingga hari Ahad (21/9/2025), dengan pihak penyelenggara mulai dari Dewan Pers, Lembaga Uji Kompetensi Wartawan Universitas Muhammadiyah Jakarta (LUKW UMJ), Universitas Muhammadiyah Surabaya, Majelis Pustaka Informasi dan Digitalisasi PWM Jatim, Jurnalis Sahabat Pendidikan, hingga Jatimkini.com. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu