Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ulama Muhammadiyah Tak Bisa Kabulkan Hajat

Iklan Landscape Smamda
Ulama Muhammadiyah Tak Bisa Kabulkan Hajat
KH. Nurbani Yusuf
Oleh : Dr KH Nurbani Yusuf Wakil Ketua PDM Batu dan Pengasuh Komunitas Padhang Makhsyar
pwmu.co -

Kiai Haji Ahmad Dahlan menggadaikan perabot rumahnya demi untuk membiayai sekolah yang beliau dirikan, karena kesulitan likuiditas.

Meski begitu, ulama Muhammadiyah yang seorang “mujaddid besar” yang pada paruh pertama abad dua puluh dan berprofesi sebagai saudagar batik ini tetap hidup bersahaja.

***

Pak AR Fakhruddin — yang nama lengkapnya Kiai Haji Abdurrozak  Fakruddin.red — adalah seorang Imam Besar Muhammadiyah empat setengah periode. Pak AR bukanlah golongan sahabat dan bukan pula tabiin — karena beliau hanyalah ulama biasa, tak punya karomah, tidak punya sebutan wali.

Karena itu tidak ada acara haul pada hari meninggalnya. Kuburnya juga sepi, tak ada peziarah sebab beliau tak bisa mengabulkan hajat.

Pak AR juga tak bisa memberi rekomendasi agar doa-doa warga Muhammadiyah bisa cepat di ijabah Allah. Meski Muhammadiyah menempati nomor empat sebagai organisasi terkaya di dunia.

Beliau tetap sederhana. Bahkan hingga beliau wafat, tetap tak punya rumah sendiri. Beliau nunut di rumah milik Muhammadiyah, yang berikutnya beliau kembalikan ke Muhammadiyah setelah sudah tidak menjabat lagi di Muhammadiyah.

Puluhan juta pengikut, ratusan ribu santri, siswa perguruan, mahasiswa tidak menjadikan ulamanya hidup glamour.

Ulama Muhammadiyah tidak pernah menjadikan umatnya sebagai subordinasi, alat produksi penghasil uang atau materi lainnya, apalagi sanjung puji.

Pak AR seorang ulama bersahaja penjual bensin eceran, jalan kaki naik angkot atau bus umum bila berkunjung ke daerah atau cabang yang mengundangnya — tidak pernah ‘sare’ di hotel mewah atau berbintang.

Beliau memilih menginap di rumah pimpinan daerah atau cabang atau jamaah yang berkenan ditempati menginap.

***

Kesahajaan ulama-ulama Muhammadiyah sudahlah teruji. Bukan karena dibuat-buat atau kepepet. Kesederhanaan ini menjadi bagian dari keseharian.

Buya Syafii Maarif, salah satu Ketua PP Muhammadiyah, salah satu guru bangsa, pikiran besar yang melintas batas, tetap menjadi ‘loper’ majalah Suara Muhammadiyah — profesi yang digeluti sejak usia muda hingga saat ajal menjemputnya.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Prof Abdul Malik Fadjar yang seorang Rektor yang menjadikan Universitas Muhammadiyah Malang sebagai kampus Islam terbaik dunia.

Penggagas kampus terpadu dan pembaharuan perguruan tinggi Islam di Indonesia, kaus kakinya berlubang hingga ujung jempolnya kelihatan. Demikian tutur sahabatnya sambil meneteskan air mata.

Kesahajaan ulama-ulama Muhammadiyah ini tidak hanya pada urusan dunia, pada urusan akhirat pun demikian.

Tak ada kemewahan pada hari wafatnya, dirawat dan didoakan dengan cara yang biasa, sama seperti jamaah Muhammadiyah lainnya.

Tak ada haul atau kisah-kisah karomah yang diberitakan.

Dan tak ada yang mi’raj hingga langit ke tujuh. Atau ngimpi bertemu Nabi Muhammad SAW di setiap pagi dan petang.

Makamnya pun tak ada atap, tetap kehujanan dan kepanasan.

***

Sayyidatina Fatimah az Zahra putri kesayangan Nabi SAW. Ahli surga tanpa dihisab, telapak tangan beliau kasar dan sering kelelahan karena mengerjakan pekerjaan rumah sendiri tanpa pembantu.

Bahkan Nabi SAW sendiri pun di wajahnya ada bekas pelepah kurma yang dipakai sebagai bantal dan alas tidurnya.

Kesahajaan itu nyata dan tak lelah diperbincangkan di tengah kemewahan yang sering dipamerkan.

Untuk para Ulama Muhammadiyah : Lahumul faatihah……

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡