
PWMU.CO – Ulama Palestina, Syekh Mo’ud Mohmad Ibrahim pada Selasa (11/03/2025) hadir di Masjid Al-Falah Pusat Dakwah Muhammadiyah (Pusdamu) Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Jalen, Genteng, Banyuwangi dalam rangkaian safari ulama Palestina di Indonesia.
Kehadiran Syekh Mo’ud bersama penerjemah didampingi koordinator Komite Nasional Rakyat Palestina (KNRP) Jawa Timur di Banyuwangi, ustadz Shohib, rombongan tiba di Masjid Al-Falah lima belas menit menjelang waktu shalat isya.
Setelah masuk waktu isya usai kumandang adzan, Syekh Mo’ud Mohmad Ibrahim langsung mengambil pada posisi imam untuk memimpin jamaah shalat isya disambung shalat tarawih yang sebelumnya telah dikondisikan oleh panitia untuk shlalat tarawih menggunakan pola empat salam, empat salam, dan tiga salam untuk witir sebagaimana yang diterapkan di Masjid Al-Falah Jalen.
Sambutan Ketua Takmir
Setelah selesai shalat tarawih tanpa jeda langsung diadakan pembukaan yang dipandu oleh ketua PRM Jalen, kemudian disambung dengan sambutan tuan rumah yang dalam hal ini disampaikan oleh ketua takmir Masjid Al-Falah Jalen, H Nawachid MPd.
Nawachid mengucapkan selamat datang kepada rombongan safari terutama kepada Syekh Mo’ud Mohmad Ibrahim, “Dan mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam penyambutan kami ada hal yang kurang mengenakkan hati,” ujar Nawachid.
Pada penjelasan selanjutnya bahwa untuk masalah ibadah sosial Muhammadiyah selalu berupaya tampil terdepan termasuk bantuan terhadap masyarakat Palestina, tidak kurang dari 45 milyar Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah mentasarupkan sumbangannya untuk Palestina beberapa bulan silam, terang Nawachid.

Kebiadaban Israel
Setelah acara sambutan tunggal selesai, waktu sepenuhnya diberikan kepada Syekh Mo’ud Mohmad Ibrahim dengan didampingi seorang penerjemahnya, diawali dengan ucapan terima kasih kepada takmir masjid dan para jamaah, kemudian langsung menceritakan awal penyerangan Israel yang dibantu negara adi kuasa Amerika Serikat pada 7 Oktober 2023 silam.
Dengan sangat biadab karena yang diserang adalah tempat-tempat penduduk yang otomatis korbannya banyak dari kalangan anak-anak, para perempuan, dan orang tua.
“Pada saat itu, sekitar 50 ribu rakyat meninggal dunia, 120 ribu anak kecil dan perempuan mengalami luka parah, dan 250 ribu masyarakat kehilangan tangan dan kaki,” terang Syekh Mo’ud.
Tidak selesai disitu kebrutalan Israel merambah kepada penghancuran masjid-masjid, rumah sakit, sekolah-sekolah, dan fasilitas umum lainnya, hingga saat ini tinggal dua kota yang menjadi tumpuan pengungsi para masyarakat muslim Palestina yaitu Gaza dan Tepi Barat.
Semua kota sudah rata dengan tanah, oleh karenanya melalui kegiatan ini kami mohon do’a masyarakat di sini agar penderitaan masyarakat Palestina segera diangkat oleh Allah SWT.
“Secara umum, kami sangat salut kepada masyarakat dan pemerintah Indonesia yang telah banyak membatu kesulitan kami dengan mendirikan rumah sakit, sekolah dan dapur umum pasca genjatan senjata. Terima kasih masyarakat Indonesia,” ujar Syekh Mo’ud.
Tepat pukul 21.15 WIB acara safari ulama Palestina dan ratusan jamaah yang hadir, sebagian besar telah mendonasikan sebagian rezekinya lewat kotak keliling usai dibacakan do’a penutup. Rombongan Syekh Mo’ud izin undur diri diikuti para jamaah Al-Falah.(*)
Penulis Abdul Muntholib Editor Zahrah Khairani Karim





0 Tanggapan
Empty Comments