
PWMU.CO – Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) kembali menorehkan prestasi gemilang dengan meraih empat anugerah prestisius dalam ajang Muhammadiyah Higher Education Award 2025.
Penghargaan ini diberikan pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK), Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA) yang diselenggarakan di Balikpapan, (12-14/06/2025). Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) bertindak sebagai tuan rumah dalam acara skala nasional ini.
Rakornas ini menjadi forum penting bagi pengembangan kualitas pendidikan tinggi Muhammadiyah, dengan mengumpulkan 217 peserta dari 97 PTMA se-Indonesia. Delegasi yang hadir berasal dari ujung barat seperti Universitas Muhammadiyah Aceh dan Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh, hingga ujung timur seperti Universitas Muhammadiyah Sorong dan Universitas Muhammadiyah Muda Sorong.
Peserta yang turut serta meliputi unsur Badan Pelaksana Harian (BPH), Rektor, Wakil Rektor bidang AIK, Wakil Rektor bidang Riset dan Pengabdian Masyarakat, serta Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
UM Surabaya Dominasi Kategori Riset dan AIK
Dalam ajang penganugerahan yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Rakornas ini, UM Surabaya sukses memboyong empat kategori sekaligus. Pencapaian ini menjadi bukti nyata komitmen UM Surabaya dalam pengembangan riset inovatif dan penguatan nilai-nilai AIK di lingkungan perguruan tinggi. Empat penghargaan yang berhasil diraih UM Surabaya meliputi:
1. PTMA dengan Judul Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Terbanyak Didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM)
Penghargaan ini mengukuhkan UM Surabaya sebagai perguruan tinggi yang paling aktif dalam melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dengan jumlah proposal PKM terbanyak yang berhasil mendapatkan pendanaan dari DPPM. Ini menunjukkan dedikasi UM Surabaya dalam memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan dan pemberdayaan masyarakat.
2. PTMA dengan Pertumbuhan Tertinggi Jumlah PKM Terbanyak Didanai DPPM
Selain kuantitas, UM Surabaya juga diakui atas pertumbuhan signifikan dalam jumlah PKM yang didanai. Hal ini mencerminkan peningkatan kapasitas dan kualitas dosen serta peneliti UM Surabaya dalam merancang dan melaksanakan program pengabdian yang relevan dan berdampak positif.
3. Mitra RisetMu Terbaik KetigaU
MSurabaya dinobatkan sebagai mitra RisetMu terbaik ketiga, sebuah pengakuan atas peran aktif dan kolaboratif UM Surabaya dalam ekosistem riset Muhammadiyah. Keterlibatan ini memperkuat jaringan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan di lingkungan PTMA.
4. Jumlah Riset AIK Terbanyak Kedua
Penghargaan ini menegaskan posisi UM Surabaya sebagai salah satu PTMA terkemuka dalam melakukan penelitian di bidang Al-Islam Kemuhammadiyahan. Ini menunjukkan upaya berkelanjutan UM Surabaya dalam menjaga dan mengembangkan nilai-nilai keislaman serta kemuhammadiyahan melalui kajian ilmiah.
Balikpapan: Kota Pintu Gerbang di Tengah Nusantara
Rakornas kali ini diselenggarakan di Balikpapan, sebuah kota yang memiliki kekayaan sejarah dan letak geografis strategis. Menurut legenda setempat, nama “Balikpapan” berasal dari kisah “Kayun Kuleng” dan “Papan Ayun”, sepasang leluhur suku Pasir Balik atau Pasir Kuleng yang bermukim di pesisir Teluk Balikpapan. Wilayah ini kemudian diberi nama “Kuleng-Papan” atau “Balik-Papan”.
Posisi Balikpapan yang berada di pertengahan wilayah Indonesia dari barat ke timur menjadikannya mudah dijangkau dari berbagai penjuru, sangat cocok untuk menyelenggarakan acara berskala nasional seperti Rakornas ini. Atmosfer yang kondusif dan fasilitas yang memadai di Balikpapan turut mendukung kelancaran seluruh rangkaian acara Rakornas, termasuk sesi penganugerahan.
Keberhasilan UM Surabaya meraih empat penghargaan di ajang Muhammadiyah Higher Education Award 2025 ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam memajukan ilmu pengetahuan serta mewujudkan masyarakat yang berkemajuan. (*)
Penulis Muhammad Anas Editor Amanat Solikah






0 Tanggapan
Empty Comments