Program Studi Sarjana Terapan (STr) Teknologi Laboratorium Medis, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya), kembali menunjukkan komitmen globalnya dalam penguatan peran akademisi melalui kegiatan pengabdian masyarakat internasional.
Bertempat di Sanggar Belajar Muhammadiyah (SBM) Kepong, Kuala Lumpur, Malaysia, tim dosen dan mahasiswa UM Surabaya melaksanakan program edukasi kesehatan dan deteksi dini infeksi jamur kulit pada Selasa (18/11/2025).
Kegiatan ini mengangkat tema “Pemeriksaan Swab Sela Jari Kaki: Deteksi Dini Infeksi Jamur Kulit“. Dipimpin langsung oleh Baterun Kunsah, S.T., M.Kes., dosen ahli dari Prodi STr Teknologi Laboratorium Medis, inisiatif ini menyasar 30 murid SBM Kepong yang berusia antara 7 hingga 13 tahun.
Para peserta mengikuti rangkaian kegiatan interaktif yang memadukan edukasi kesehatan mendalam dengan praktik pemeriksaan kesehatan langsung.
Infeksi jamur pada kaki, khususnya di area sela jari, merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang sering dijumpai pada anak-anak.
Kondisi ini umumnya dipicu oleh kurangnya kesadaran menjaga kebersihan kaki dan kondisi lingkungan yang lembab.
Melalui metode pemeriksaan swab sela jari kaki, tim UM Surabaya berupaya melakukan deteksi dini secara efektif sekaligus memberikan langkah pencegahan agar infeksi tidak berkembang lebih parah.
Dalam sesi edukasi yang interaktif, anak-anak diajarkan cara sederhana namun vital dalam menjaga kebersihan kaki, termasuk pentingnya rutin mencuci dan mengeringkan sela-sela jari dengan benar.
Mereka juga diperlihatkan praktik sederhana pemeriksaan laboratorium lapangan, menumbuhkan rasa ingin tahu mereka terhadap dunia kesehatan.
Baterun Kunsah, selaku ketua tim pengabdian, menekankan pentingnya intervensi dini ini.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kesadaran sejak dini bahwa kesehatan kulit dapat dijaga dengan kebiasaan sederhana. Pemeriksaan swab ini bukan hanya deteksi, tetapi edukasi yang melatih anak-anak lebih peduli pada tubuh mereka sendiri,” ujarnya.
Kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari Catur Dharma Perguruan Tinggi (Pendidikan, Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Al-Islam Kemuhammadiyahan).
Ini juga menjadi bentuk kontribusi konkret UM Surabaya dalam penguatan kesehatan masyarakat lintas negara, secara khusus menyasar komunitas pendidikan diaspora Indonesia di Malaysia.
Respon positif datang dari pihak sekolah. Salimah, salah satu Guru di SBM Kepong Muhammadiyah Kuala Lumpur, menyampaikan apresiasinya.
“Kami sangat berterima kasih atas kegiatan ini. Anak-anak di sini tidak hanya diperiksa kesehatannya, tetapi juga belajar cara menjaga kebersihan diri. Ini sangat bermanfaat, terutama karena banyak dari mereka belum memahami pentingnya merawat kesehatan kaki,” tutur Salimah.
Dengan terselenggaranya kegiatan pengabdian internasional ini, diharapkan kesadaran akan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dapat tertanam kuat pada anak-anak diaspora di Malaysia, menjadikan ilmu yang diperoleh sebagai bekal berharga dalam kehidupan sehari-hari mereka.***


0 Tanggapan
Empty Comments