Tim dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo menggelar pelatihan dan pendampingan pembuatan briket dari limbah sapi bagi kelompok ternak binaan PRM Cemeng Bakalan.
Kegiatan ini dipimpin oleh Rachmat Firdaus dan didukung pendanaan Hibah Risetmu Batch IX Tahun 2026. Program ini menjadi langkah nyata dalam mendorong pemanfaatan energi bersih berbasis limbah peternakan.
Desa Cemeng Bakalan dikenal sebagai wilayah dengan aktivitas peternakan sapi yang cukup tinggi. Namun, limbah kotoran sapi yang belum dikelola secara optimal menimbulkan berbagai persoalan, seperti:
- Bau tidak sedap
- Pencemaran air tanah
- Penurunan kualitas lingkungan
Selama ini, sebagian limbah hanya dimanfaatkan sebagai pupuk, sementara sisanya dibuang secara terbuka.
Melihat potensi tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) menghadirkan solusi berupa pengolahan limbah menjadi briket sebagai sumber energi alternatif.
Program ini tidak hanya menyasar aspek lingkungan, tetapi juga ekonomi masyarakat. Briket dari limbah sapi dapat menjadi pengganti bahan bakar konvensional seperti LPG dan kayu bakar.
Dalam pelaksanaannya, tim PkM memberikan pelatihan intensif kepada para peternak, meliputi:
- Edukasi lingkungan sehat di area peternakan
- Pengelolaan limbah yang ramah lingkungan
- Teknik pembuatan briket dari kotoran sapi
- Pengenalan alat, cara kerja, dan perawatan
Selain itu, pendampingan juga mencakup aspek ekonomi dan manajemen usaha, seperti:
- Pencatatan keuangan
- Analisis biaya produksi
- Strategi penetapan harga
- Peluang pemasaran produk
Program ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap energi konvensional yang rentan terhadap fluktuasi harga dan kelangkaan.
Di sisi lain, inovasi ini juga membuka peluang usaha baru bagi peternak, sekaligus meningkatkan nilai tambah dari limbah yang sebelumnya tidak termanfaatkan secara optimal.
Peran PRM Cemeng Bakalan dinilai strategis sebagai penghubung antara masyarakat, akademisi, dan berbagai pihak.
Dengan kolaborasi ini, Desa Cemeng Bakalan berpotensi menjadi model pemberdayaan energi alternatif berbasis komunitas yang berkelanjutan.





0 Tanggapan
Empty Comments