Siswa kelas 6 SD Muhammadiyah 18 Surabaya melaksanakan kegiatan “Ujian Praktek Seni Budaya dan Seni Rupa” yang berjudul Gelar Kuliner: Makanan dan Minuman Khas Nusantara. Kegiatan ini didasari untuk memperkenalkan makanan khas Nusantara hasil kreasi para siswa kelas 6 sekaligus melatih keterampilan dalam berwirausaha.
Dalam kegiatan ini, para siswa diwajibkan untuk membuat berbagai makanan khas Nusantara, yang kemudian dijual kepada teman-teman mereka di lingkungan sekolah pada hari Kamis (9/4/2026).
Halaman sekolah disulap menjadi pasar mini tradisional yang didalamnya terdapat aneka stan-stan kecil yang menjual beragama kreasi makanan dan minuman khas nusantara, diantaranya ada es cendol, es teler, dadar gulung, nagasari, kue lumpur, klepon, batagor, dan masih banyak lainnya.
Tidak sekadar membuat, siswa juga ikut serta dalam menghias stan, mempromosikan makanan dan minuman yang telah dikemas dan mengenal karakteristik serta asal daerah dari jajanan tersebut.
Proses Penilaian
Antusiasme dari para siswa dan guru dalam pelaksanaan Ujian Praktik Seni Budaya dan Seni Rupa ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan dapat dirancang untuk memberdayakan siswa melalui pengalaman langsung.
Tim penguji yang disiapkan pun juga ikut dalam proses penilaian di antaranya cita rasa, cara penyajian, dan kreativitas. Pertanyaan-pertanyaan unik dilontarkan dari penguji kepada siswa kelas 6.
“Kalau kalian diminta untuk membuat ini sendirian di rumah, bisa dan siap?” tanya Roni Handoko selaku penguji sekaligus guru pengampu seni budaya dan seni rupa kepada kelompok yang membuat jajanan kembang nagasari.
Tidak hanya soal cita rasa dan kreativitas yang menjadi penilaian, ada juga seni menata dan menyajikan makanan atau minuman yang biasa dikenal dengan istilah plating. Tim penguji ingin melihat bagaimana cara siswa dalam meningkatkan daya tarik visual, estetika, dan selera makan.
Roni Handoko, S.Sn.M.Gr sebagai guru pengampu mata pelajaran Seni Budaya dan Seni Rupa SD Muhammadiyah 18 Surabaya menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk melestarikan dan mempromosikan makanan tradisional nusantara di kalangan generasi muda, sekaligus melatih siswa dalam hal kreativitas, tanggung jawab, dan interaksi sosial.
“Kegiatan ini diharapkan anak –anak menjadi tertarik dan harus tau apa saja makanan dan minuman di wilayah nusantara sekaligus berlatih kewirausahaan,” ujar Roni Handoko. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments