Hari pertama masuk sekolah pascalibur Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriyah dimanfaatkan SMA Muhammadiyah 3 (Smamuga) Tulangan Sidoarjo dengan menggelar upacara bendera, Senin (30/3/2026), di halaman sekolah.
Upacara rutin tersebut diikuti seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan. Kepala Smamuga, Hartatik, bertindak sebagai pembina upacara.
Dalam amanatnya, Hartatik menyampaikan bahwa momentum masuk sekolah setelah libur panjang menjadi titik awal untuk memperbarui semangat belajar. Ia juga menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri kepada seluruh warga sekolah.
“Semoga kita kembali dalam keadaan fitrah dengan hati yang bersih, semangat baru, dan tekad kuat untuk melanjutkan proses pendidikan yang lebih baik,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pembelajaran saat ini tetap dilaksanakan secara tatap muka. Kebijakan tersebut diambil berdasarkan evaluasi pascapandemi COVID-19 yang menunjukkan adanya penurunan mutu pembelajaran.
Menurutnya, kehadiran siswa di sekolah sangat penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat interaksi, serta membentuk karakter secara optimal.
Hartatik juga mengaitkan pentingnya pendidikan dengan kondisi pembangunan daerah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Jawa Timur, pertumbuhan ekonomi daerah menunjukkan tren positif dan stabil di atas rata-rata nasional.
“Ini menunjukkan bahwa pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan menjadi fondasi utama kemajuan daerah,” tegasnya.
Pembentukan Karakter
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa sekolah bukan hanya tempat transfer ilmu, tetapi juga wadah pembentukan karakter, kedisiplinan, dan daya saing generasi masa depan.
Di era digital, siswa diminta bijak dalam memanfaatkan teknologi. Ia menyampaikan bahwa pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tengah menyusun pedoman pembatasan penggunaan handphone di lingkungan sekolah.
“Penggunaan handphone tidak dilarang, tetapi harus tepat, terarah, dalam pengawasan guru, dan hanya untuk kepentingan pembelajaran,” jelasnya.
Selain itu, Hartatik mengajak seluruh warga sekolah mendukung program pemerintah dalam menciptakan lingkungan sekolah yang asri, aman, sehat, rapi, dan indah. Ia juga menekankan pentingnya budaya hidup bersih, disiplin, serta penguatan program ketahanan pangan berbasis inovasi sekolah.
Tak hanya itu, isu penghematan energi juga menjadi perhatian. Ia mengimbau siswa membiasakan hidup hemat energi, seperti menggunakan transportasi bersama dan mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan.
“Sekolah harus menjadi tempat yang membuat guru dan murid mengajar dan belajar dengan senang, nyaman, dan bahagia,” tandasnya.
Menjelang berbagai ajang kompetisi seperti O2SN pada 1 April mendatang, khususnya bagi siswa kelas XII, Hartatik memberikan motivasi agar siswa mempersiapkan diri dengan optimal.
Di akhir amanatnya, ia berpesan kepada seluruh siswa untuk belajar sungguh-sungguh, menghormati guru dan orang tua, serta memanfaatkan waktu dengan baik.
“Masa depan Jawa Timur, bahkan Indonesia, ada di tangan kalian. Jangan pernah ragu bermimpi besar dan teruslah berusaha menjadi lebih baik setiap hari,” pesannya.
Upacara berlangsung khidmat dan menjadi penanda dimulainya kembali aktivitas pembelajaran di Smamuga dengan semangat baru pascalibur panjang. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments