Rencana Tindak Lanjut (RTL) dari Pelatihan Manajemen Reputasi Digital Organisasi yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim di aula Mas Mansyur pada Sabtu (11/10/2025) disampaikan langsung oleh Phonny A. Mulyana.
Sejumlah Rencana Tindak Lanjut yang disampaikan di antaranya:
1. Pembentukan Grup WhatsApp untuk Berkomunikasi
PWM Jatim telah membentuk grup WhatsApp sebagai media komunikasi antardaerah. Grup ini bertujuan untuk memudahkan pertukaran informasi serta koordinasi dalam upaya penguatan reputasi digital Muhammadiyah.
Dengan komunikasi yang aktif dan responsif, diharapkan akan tercipta sinergi yang solid dalam pengelolaan reputasi digital.
2. Pendampingan dari Tim PWM Jatim
Tim dari PWM Jatim siap memberikan pendampingan teknis kepada daerah-daerah sebagai bagian dari upaya penguatan reputasi digital.
Pendampingan ini diharapkan tidak hanya membantu memperkuat kapasitas teknis masing-masing wilayah, tetapi juga memastikan terlaksananya inisiasi serta perancangan program manajemen reputasi digital yang efektif, terarah, dan berkelanjutan.
3. PDM Diharapkan Melakukan Diseminasi Program kepada PCM danAUM
Hal tersebut merupakan bagian dari upaya membangun gerakan kolektif dan sinergis dalam memperkuat manajemen reputasi digital.
4. Penghargaan bagi Daerah yang Memiliki Inovasi dalam Pengelolaan Media
PWM Jatim akan memberikan penghargaan (awards) kepada daerah yang menunjukkan inovasi dalam pengelolaan media digital. Penghargaan ini ditujukan khusus bagi daerah yang mampu memperkuat reputasi organisasi dan mendiseminasikan konten-konten positif secara efektif.
Kegiatan yang diikuti oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Jawa Timur ini mendapat apresiasi dari Kepala Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Muhammadiyah Surabaya, Agus Budiman, S.Pd., M.Hum.
“Saya menilai kegiatan ini memberikan dampak yang luar biasa terhadap PDM se-Jatim. Ini merupakan bagian dari sikap adaptif terhadap perkembangan digital yang begitu pesat. Akselerasi digital adalah sebuah keniscayaan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa langkah ini bukan hal baru bagi Muhammadiyah, mengingat organisasi ini memiliki sejarah panjang dalam merespons perubahan zaman.
“Oleh karena itu, keberlanjutan program ini perlu terus dikawal agar manfaatnya semakin luas dan berkelanjutan,” pungkasnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments