Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Usai Workshop K13, Guru-Guru Ini seperti Sudah Masuk Ruang Tamu, Ingin sampai ke Dapur

Iklan Landscape Smamda
Usai Workshop K13, Guru-Guru Ini seperti Sudah Masuk Ruang Tamu, Ingin sampai ke Dapur
pwmu.co -
Rudi Purnawan menyampaikan materi dalam Workshop K13 di MIM 4 Wotan Panceng. (RPS/PWMU.CO)

PWMU.CO – Pembuatan soal dan pengambilan nilai dalam pembelajaran Kurikulum 2013 (K13) di SD/MI memang cukup kompleks. Karena itu, diperlukan pemahaman yang sama dalam pelaksanaan penilaian oleh pendidik.

Bekerja sama dengan SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik, MI Muhammadiyah 4 Wotan mengadakan Workshop Kurikulum 2013, Jumat (27/7/18).

Diikuti 11 guru dari MIM 4 Wotan dan 3 guru dari MIM 3 Doudo Panceng Gresik, workshop tersebut membahas perangkat pembelajaran, penerapan buku guru-buku siswa dalam proses belajar mengajar, pembuatan soal, serta penilaian dalam K13.

Kepala MIM 4 Wotan Ainul Hakim SE mengatakan, sekolahnya telah menerapkan K13 di tahun pelajaran 2017/2018 untuk kelas I dan IV. “Tahun pelajaran ini, kami menerapkannya untuk semua kelas, mulai kelas I hingga kelas VI,” ujarnya.

Ainul menjelaskan, sebelumnya para guru telah mengikuti pelatihan K13 yang diadakan Majelis Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) “Usai pelatihan, kami masih membutuhkan tambahan ilmu tentang K13 ini yang lebih aplikatif sehingga benar-benar jelas,” ungkapnya.

Ainul berharap SDMM dapat berbagi pengalaman tentang pelaksanaan K13 dengan guru-guru di sekolahnya. Harapan tersebut disambut baik oleh Kepala SDMM Ahmad Faizun SSos. Ia hadir bersama Koordinator Kurikulum Rudi Purnawan MPd dan Koordinator International Class Program (ICP) Ria Pusvita Sari.

Guru MIM 4 Wotan Syaiful Udin SPdI menyelesaikan tantangan menentukan rentang predikat dari KKM sekolah. (RPS/PWMU.CO)

“Hal penting yang harus dilakukan adalah mempelajari isi buku guru dan buku siswa sebelum melakukan proses belajar mengajar di kelas,” pesan Rudi—sapaan Rudi Purnawan—kepada peserta usai brainstorming.

Dalam workshop tersebut, tim SDMM mengajak peserta praktik membuat pemetaan Kompetensi Dasar (KD) dan menentukan predikat dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Sekolah.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Sebagai tugas sembari mengimplementasikan K13, peserta diharap membuat Program Tahunan (Prota), Program Semester (Promes), pemetaan KD, analisis KKM mata pelajaran, dan menentukan predikat dari KKM sekolah.

Di akhir sesi, tim SDMM memberikan studi kasus dan meminta peserta menyelesaikannya supaya lebih paham. “Saya pernah mengikuti pelatihan K13 ke sana kemari tapi belum ada yang masuk. Alhamdulillah yang ini masuk karena aplikatif,” ujar guru kelas III MIM 3 Doudo Lailatul Badriyah.

Badriyah bertekad setelah workshop akan segera men-download buku guru. “Insyaallah saya bisa mengerjakan setelah saya punya buku guru,” ungkapnya disambut tepuk tangan peserta lain.

Hal senada disampaikan guru Akidah Akhlak MIM 4 Wotan Hanafi. “Beberapa kali saya ikut workshop, jika saya ibaratkan K13 itu gedung, maka saya hanya berdiri di pintunya saja. Tapi hari ini, saya sudah bisa masuk meski masih sampai di ruang tamu karena memang belum nyemplung seluruhnya,” ungkapnya.

Hanafi berharap workshop seperti ini ada kelanjutannya. “Supaya kami tidak sampai di ruang tamu saja, tapi bisa sampai dapur. Mudah-mudahan ada kelanjutan lagi,” harapnya diamini semua peserta. (RPS)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu