Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ustadz Fida: Belajar dari Kesudahan Orang-Orang yang Beramal Istimewa

Iklan Landscape Smamda
Ustadz Fida: Belajar dari Kesudahan Orang-Orang yang Beramal Istimewa
pwmu.co -
Pengajian PRA Payaman. (Fadlan/PWMU.CO)

PWMU.CO – Wajah bahagia tampak dari seluruh hadirin yang datang untuk mengikuti pengajian rutin Ahad malam Senin (22/6/2025) yang diselenggarakan Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Payaman, Solokuro, Lamongan.

Biasanya rutinan ini dilaksanakan di Rumah Tahfidz Aisyiyah, di Musala Al-Jihad atau di rumah salah satu warga, khusus malam ini kegiatan tersebut dilaksanakan di Musala Pesantren Sabilillah Muhammadiyah Payaman.

Wajah senang para jamaah melihat perubahan drastis wajah indah Musala ini, dimana pengurus selesai melaksanakan pembangunan berupa kegiatan renovasi meliputi, pemasangan plafon dan lampu, perubahan tampilan mihrab juga pengecatan seluruh dinding, kanopi depan dan belakang, pintu masuk dan naik daya PLN dari 450 VA menjadi 2200 VA.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk syukur seluruh pengurus Sabilillah dan jamaah setelah sukses melaksanakan renovasi dari tanggal 20 Mei-21 Juni 2025.

Kegiatan tasyakuran ini diikuti oleh jamaah pengajian Aisyiyah Payaman, jamaah musala Sabilillah dan tamu undangan. Pelaksanaan acara ini dimulai dengan shalat Isya secara berjamaah, dilanjut pembukaan, pembacaan ayat suci al-Quran, sambutan, caramah agama, penutup dan ramah tamah. Hadir sebagai penceramah, ustadz KH Fida’ Assidiq ST, salah satu Pengasuh Ponpes Karangasem Paciran.

Dalam pendahuluannya ustadz Fida’, demikian biasa disapa, menyampaikan bahwa sudah 10 tahun yang lalu pernah mengisi pengajian di musala ini, “Sekarang sudah pangling karena begitu indah, jangan-jangan siklus saya ngaji di sini 10 tahunan. Kalau begitu masa 10 tahun lagi saya baru akan kesini lagi?,” ujarnya, disambut senyum indah para jamaah

Kyai Fida’ melanjutkan dengan berdoa mudah-mudahan kita diistiqomahkan dalam kebaikan sehingga diakhir hayat , dimudahkan dengan indah dan husnul khatimah.

Kemudian, Fida’ berkisah tentang salah satu sabahat Nabi Muhammad SAW, yakni Umar Bin Khattab Ra., orang yang sudah dijamin masuk surga oleh Allah sebagaimana sabda Nabi SAW.

Meski demikian Umar selalu menangis ketika melihat kubur atau saat ikut mengantarkan jenazah, “Beda dengan kita, kalau menghantar jenazah malah bercanda,” disambut ketawa riyuh seluruh jamaah yang hadir

Dalam kesempatan tersebut kyai muda ini memaparkan pentingnya memiliki amalan istimewa, sahabat Umar yang sudah dijanjikan surga saja masih menangis setiap kali melihat kubur, lalu bagaimana dengan kita?

Ustadz Fida di kajian PRA Payaman. (Fadlan/PWMU.CO)

Amalan Istimewa Terbaik

Ustadz Fida’ menuturkan bahwa para sahabat dan salafus salih memiliki amalan khusus istimewa antara dirinya dengan Khaliqnya, contoh sahabat Abu Hurairah Ra. yang begitu terkenal karena hafalan hadisnya sebagai salah satu jalur periwayatan hadits nabi.

Mengapa ia begitu hebat, di antaranya karena juga memiliki amalan istimewa, ia dikenal memiliki 3 amalan khusus yang ia jaga tidak pernah terlewatkan sampai akhir hayatnya yakni, puasa 3 hari setiap bulan, shalat Dhuha biarpun 2 rakaat, dan shalat Witir walaupun dilaksanakan sebelum tidur.

Kisah Orang Meninggal dalam Kondisi Istimewa

Iklan Landscape UM SURABAYA

Yang kedua, beliau bercerita tentang setiap ada kejadian istimewa pasti orang akan penasaran tentang sebab-sebab mengapa kejadian istimewa itu terjadi, beliau menceritakan tentang kejadian ada seseorang meninggal dunia di sujud terakhirnya di masjid saat sedang shalat sunnah setelah shalat Jumat, ia sujud dan tidak bangun lagi untuk selamanya.

Kejadian demikian tentu membuat orang penasaran dan bertanya-tanya, amal apakah yang menjadikan ia dapat meninggal dengan begitu indahnya.

Ketika keluarga ditanya, istrinya ditanya, anak-anaknya ditanya, mereka bersaksi bahwa selama hidup ia tidak pernah marah, lalu bandingkan dengan kita? Para jamaah pun saling pandang dan ketawa.

Beliau cerita kembali ada seorang perempuan yang ditinggal mati suaminya dengan meninggal anak-anak yang masih kecil, secara ekonomi termasuk kategori orang yang tidak punya, tapi seumur hidup ia tidak pernah berkeluh kesah, ia tidak pernah bercerita kepada keluarganya, saudaranya, tetangganya apalagi meminta-minta.

Ia besarkan anak-anaknya dengan menjadi buruh serabutan, setiap pagi ia keluar rumah menawarkan jasa kepada tetangga dan siapapun yang dijumpainya, mulai dari mencuci piring dg upah 1000-2000 seikhlasnya, atau menawarkan jasa mencuci pakaian, menyapu halaman dan sebagainya dengan pemberian seikhlasnya.

Ia lakukan pekerjaan tersebut penuh kesyukuran tanpa pernah mengeluh atau bercerita bahwa sudah tidak ada lagi beras untuk dimakan, tidak ada uang untuk bayar sekolah anaknya itu dilakukan seumur hidupnya.

Amal Istimewa yang Dapat Kita Lakukan

Lalu Fida’ mengajak seluruh jamaah merenungkan dari semua yang ia uraikan di atas, amalan khusus apa yang telah kita lakukan atau dapat kita upayakan?

Sudah adakah atau belum ada sama sekali? Lalu apa yang kita rencanakan untuk memiliki amalan khusus tersebut yang kita persembahkan istimewa di hadapan Allah SWT.

Kita dapat memiliki amal istimewa dengan banyak jalan dan pilihan, Apakah dengan merutinkan bacaan al-Quran seraya berusaha menghafalnya agar menjadi Ahlul Quran dan Ahlullah (keluarga Allah) di bumi.

Apakah dengan shalat-shalat sunnah, apakah dengan puasa sunnah, apakah dengan sedekah, mari kita pilih lalu kita istiqamahi sampai akhir hayat nanti.(*)

Penulis Fadlan Editor Zahrah Khairani Karim

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu