Pengajian Umum Sabtu Pagi (Puspa) yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jombang pada Sabtu (13/12/2025) pagi berlangsung dinamis.
Ratusan jamaah memadati halaman Masjid KH. Ahmad Dahlan Jombang untuk mendengarkan tausiyah dari Ustadz Rifky Ja’far Thalib, dai kondang yang dikenal sering mengisi ceramah di lingkungan persyarikatan.
Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Rifky melontarkan pernyataan tegas mengenai kondisi keberagaman keyakinan di Kota Santri ini.
“Jombang ini termasuk daerah yang memiliki macam-macam aliran,” ujar Ustadz Rifky di hadapan jamaah. “Karena itu, saran saya, cukup ikut Muhammadiyah saja agar aman, selamat akidah kita.”
Salafi Gaya, Hati Muhammadiyah
Ustadz Rifky, yang dikenal dengan gaya penampilannya yang cenderung salafi, juga menegaskan loyalitasnya terhadap persyarikatan.
“Meskipun penampilan saya salafi, tetapi hati saya tetap Muhammadiyah,” ucapnya, disambut senyum dan anggukan jamaah.
Tausiyah pagi itu banyak menyoroti isu-isu krusial terkait akidah dan moralitas umat. Ia mengingatkan bahaya laten kesyirikan yang dapat “menarik musibah” bagi suatu daerah.
Ustadz Rifky juga menyinggung tentang keserakahan manusia dan kerakusan yang merusak tatanan bumi, baik di daratan maupun lautan, merujuk pada dalil kerusakan yang ditimbulkan oleh tangan manusia.

Ancaman Musibah Besar dan Apatisme Umat
Mengutip tafsir Ibnu Katsir dari Surah Al-An’am ayat 6, Ustadz Rifky mengingatkan bahwa musibah besar tidak hanya menimpa orang-orang zalim saja, melainkan berpotensi menghantam seluruh elemen masyarakat.
“Mengapa musibah bisa merata? Ibnu Katsir mengatakan karena orang-orang beriman cenderung apatis, diam saja melihat kemungkaran,” jelasnya.
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya dakwah amar makruf nahi munkar yang tidak boleh berhenti.
Menjaga kondusivitas lingkungan adalah kunci agar masyarakat terselamatkan dari bencana yang lebih besar.
Di akhir ceramahnya, Ustadz Rifky juga menyoroti fenomena terkini dalam dunia dakwah di Indonesia.
Ia melontarkan kritik tajam terhadap para pelaku dakwah yang dinilai hanya mengandalkan retorika dan dalil tekstual, namun abai terhadap esensi penyampaian pesan yang menyentuh ranah emosional dan spiritual.
Karena itu, Ustadz Rifky mengingatkan: “Dai itu harus mengerti mau berdakwah apa, dan jangan sampai dakwah kita justru menjadikan orang lain membenci Islam.”
Pengajian Puspa PDM Jombang kali ini sukses memberikan pencerahan sekaligus suntikan semangat bagi kader persyarikatan untuk terus aktif berdakwah di tengah kompleksitas masyarakat Jombang.***






0 Tanggapan
Empty Comments