
PWMU.CO – “Setan bisa geram kepada anak-anak yang hafal al Quran,” ujar Ustaz Dikky Shodqomullah MHes, dalam acara Wisuda Tahfidz ke-3 yang diselenggarakan Kelompok Kerja Kepala Sekolah SD/MI (K3SD/MI) Muhammadiyah Kota Surabaya, Ahad (4/5/2025).
Kegiatan yang berlangsung di lantai 6 SMAMDA Tower itu diikuti oleh 281 siswa dari 28 SD/MI Muhammadiyah se-Kota Surabaya dan dihadiri lebih dari 600 orang, terdiri dari wali siswa, guru, dan tokoh Muhammadiyah.
Setan Gepeng dan Harapan untuk Hafidz-Hafidzah
Ustaz Dikky, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Surabaya sekaligus Anggota Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, mengingatkan pentingnya menjaga hafalan al Quran dari godaan zaman.
“Anak-anak yang hafal al Quran akan digoda supaya lupa. Salah satunya lewat handphone. HP ini bisa jadi setan gepeng yang merusak hafalan anak-anak. Karena itu, jangan jadikan HP sebagai setan, tapi ubah menjadi malaikat isi dengan aplikasi al Quran untuk hafalan dan muroja’ah,” ujarnya disambut tawa hadirin.
Ia menekankan agar HP tidak menjadi pengganggu hafalan, melainkan diubah menjadi sarana pendukung seperti aplikasi Al Quran untuk hafalan dan muroja’ah. Ia juga menitipkan pesan kepada para orang tua dan sekolah agar terus mendampingi hafalan anak-anak secara konsisten.
“Kalau perlu, ada pelaporan harian perkembangan hafalan dari anak-anak,” tambahnya.
Sebagai bentuk apresiasi, ia juga mengumumkan diskon khusus bagi para wisudawan tahfidz yang mendaftar ke SMP Muhammadiyah di Surabaya. Kabar ini langsung disambut dengan tepuk tangan meriah.
Semangat dan Pesan dari Motivator Muda
Motivator acara, M Iqbal Rahman SPd hafidz 30 juz dari UIN Sunan Ampel Surabaya mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian para hafidz dan hafidzah cilik.
“Ini adalah momentum yang patut kita banggakan, titik awal masa depan anak-anak penghafal al Quran. Hafalannya harus dijaga, jangan sampai hilang atau rontok,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa hafalan yang tidak dirawat akan mudah hilang, apalagi jika anak-anak terlalu banyak bermain gawai dan kurang mendapat pendampingan spiritual dari orang tua.
“Orang yang berjuang dengan al Quran akan mendapatkan hadiah terbesar: syafaat di hari kiamat. Bahkan, para penghafal al Quran dijanjikan surga Firdaus dan menjadi keluarga Allah Swt,” tuturnya menutup motivasinya.
Acara wisuda berlangsung meriah dengan berbagai penampilan istimewa. SD Muhammadiyah 16 Surabaya menampilkan nasyid, disusul pertunjukan angklung dari SD Muhammadiyah 6 Gadung yang memukau. Parade tilawah Al Quran dari perwakilan siswa SD/MI Muhammadiyah se-Kota Surabaya menambah semarak suasana. (*)
Penulis Afuw ElKhoir Editor M Tanwirul Huda





0 Tanggapan
Empty Comments