
PWMU.CO – Pelatih Timnas Indonesia U-23, Gerald Vanenburg, mengungkapkan kritik tajam terhadap regulasi anyar Liga 1 (Super League) musim 2025/2026 yang dinilai tidak berpihak pada pengembangan pemain muda.
Dalam aturan terbaru, PT Liga Indonesia Baru (LIB) mewajibkan setiap klub mendaftarkan minimal lima pemain U-23, dengan satu pemain wajib tampil sebagai starter selama minimal 45 menit.
Namun, pada saat yang sama, klub tetap diperbolehkan memiliki sebelas pemain asing—meski maksimal delapan boleh dimainkan dalam satu pertandingan.
Bagi Vanenburg, kebijakan tersebut kontradiktif dan terkesan tidak serius.
“Saya pikir itu seperti lelucon. Sungguh, saya pikir itu candaan,” ujarnya seusai memimpin latihan Garuda Muda di Stadion Madya, Jakarta Pusat, Kamis (10/7/2025).
Pelatih berusia 61 tahun itu menegaskan bahwa Indonesia seharusnya memberi ruang lebih luas kepada pemain-pemain muda untuk berkembang dan menembus skuad utama.
“Kami butuh pemain muda yang bagus. Dan usia 20 hingga 23 tahun adalah fase emas bagi pemain untuk masuk ke level tertinggi,” terangnya.
Vanenburg saat ini tengah mempersiapkan skuad Timnas U-23 untuk menghadapi ajang Piala AFF U-23 2025 yang akan digelar di Indonesia pada 15–29 Juli mendatang. Tim Garuda Muda berada di Grup A bersama dua tim lainnya.
Sebagai pelatih yang pernah mengorbit di tim junior PSV Eindhoven dan tampil di tim utama Ajax Amsterdam sejak usia 17 tahun, Vanenburg mengaku melihat potensi besar dalam diri para pemain muda Indonesia.
“Waktu saya masuk tim utama Ajax, usia saya baru 17 tahun. Dan saya yakin, Indonesia juga punya banyak pemain muda berbakat seperti itu. Hanya saja mereka butuh diberi kesempatan,” ujarnya penuh keyakinan.
Ia pun mengajak semua pihak, khususnya pengelola liga dan klub, untuk sungguh-sungguh memikirkan masa depan sepak bola nasional.
“Kalau kita memang serius ingin membangun sepak bola Indonesia, maka investasi terbesar harus kita arahkan ke generasi muda,” tegasnya. (*)
Penulis Alfain Jalaluddin Ramadlan Editor Azrohal Hasan






0 Tanggapan
Empty Comments