Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Viral Dakwah Gus Kurang Beretika, Begini Kata Dosen FAI UMM

Iklan Landscape Smamda
Viral Dakwah Gus Kurang Beretika, Begini Kata Dosen FAI UMM
pwmu.co -

Menjadi seorang dai di era modern bukanlah perkara mudah. Bukan sekadar tentang kemampuan berbicara atau menyampaikan nilai-nilai agama di atas mimbar.

Terlebih lagi, baru-baru ini publik dihebohkan dengan cara salah satu Gus yang berdakwah dengan etika yang tidak mencerminkan seorang pendakwah.

Menyikapi hal itu, Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Prodi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Ainur Roziqi, S. Pd. I., M.Pd. turut memberikan pendapatnya.

Ainur menegaskan bahwa profesi ini harus mempunyai akhlak yang tinggi, kesabaran, serta pemahaman mendalam tentang karakter jamaah.

Lebih lanjut, Ainur memaparkan, Rasulullah SAW telah mencontohkan bahwa seorang dai tidak cukup hanya berilmu, tetapi juga harus memiliki akhlak yang mulia seperti jujur, amanah, dan sabar.

Menurutnya, seorang pendakwah memegang dua peran sekaligus yaitu penyampai materi dan teladan bagi jamaahnya. Dakwah bukan hanya tentang ucapan, namun dakwah juga harus berupa tindakan.

Masyarakat atau jamaah melihat bukan hanya apa yang diajarkan, tetapi bagaimana dai tersebut menjalani apa yang sudah disampaikan.

“Maka dari itu, pendakwah perlu menekankan pentingnya menjaga integritas, tutur kata, serta perilaku baik dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Kemudian, pendakwah seharusnya mencontohkan perilaku yang baik ketika berdakwah. Penyampaian yang dianggap terlalu vulgar dan tidak sesuai dengan adab dakwah menjadi sorotan dan memicu diskusi pada masyarakat luas.

Vulgaritas, gurauan berlebihan, atau perilaku yang tidak pantas sangat tidak sesuai dengan nilai-nilai agama. Hal inilah yang justru merusak citra dakwah dan sering kali menimbulkan stigma negatif bagi pendakwah lain.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Terutama bagi pendakwah yang sebenarnya berdedikasi dan menjaga etika dengan baik. Namun, Ainur mengajak masyarakat untuk tidak men-generalisasi.

“Namun, kita harus ingat bahwa kesalahan satu orang tidak dapat mewakili seluruh komunitas pendakwah. Kita harus terus berusaha menjadi pendakwah yang baik dan profesional,” jelasnya.

Kemudian, dia juga berbagi kiat-kiat menjadi pendakwah yang bermanfaat dan diikuti banyak orang. Pertama, pendakwah harus memiliki ilmu yang luas dan senantiasa memperbaharuinya.

Kedua, ia harus menjaga akhlak mulia dalam setiap situasi. Ketiga, kemampuan menyampaikan dakwah dengan cara yang bijak dan santun sangat menentukan penerimaan jamaah.

Keempat, kesabaran merupakan modal utama, terutama saat menghadapi dinamika sosial yang kompleks. Seorang pendakwah tidak hanya bertugas menyampaikan materi, tapi juga harus menjadi contoh uswah yang baik bagi jamaahnya.

Mengakhiri kalimatnya, Ainur berharap agar semangat dakwah masyarakat tidak pudar hanya karena oknum yang tidak bertanggung jawab. Ia mendorong lahirnya pendakwah yang baik, profesional, dan memiliki akhlak yang mulia.

“Jadilah pendakwah yang memiliki akhlak yang mulia, memiliki ilmu yang luas, dan mampu menyampaikan dakwah dengan bijak. Jangan lupa untuk selalu berdoa dan meminta petunjuk dari Allah SWT,” tutupnya.(*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu