
Wakil Danramil Genteng, Pelda Nuryakin saat memberi motivasi di MPLS Ramah dan Fortasi SMK Muhammadiyah 2 Genteng Banyuwangi. (Taufiqur Rohman/PWMU.CO).
PWMU.CO – Wakil Danramil 0825/04 Genteng Banyuwangi, Pelda Nuryakin memberi motivasi kepada siswa baru SMK Muhammadiyah 2 (SMK Muda) Genteng.
Hal tersebut ia sampaikan pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (Fortasi), Jumat (19/07/2025).
Kegiatan ini berlangsung di Aula Panglima Besar Jenderal Soedirman SMK Muda Genteng di Jalan Hasanudin Nomor 103 Genteng.
Hadirkan 3 Personal TNI
MPLS ini teramaikan oleh seluruh siswa baru yang telah mendaftar di lima jurusan. Meliputi Konsentrasi Keahlian Teknik Elektronika Industri (TEI), Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Teknik Sepeda Motor (TSM), Animasi, dan Kuliner.
Dalam MPLS 2025 ini, Koramil 0852/04 Genteng mendelegasikan tiga orang personal TNI. Mereka adalah Wakil Danramil, Pelda Nuryakin, Sucitro, dan Condro serta satu personal TNI, Wakil Danramil Sempu, Samsul Hadi.
Di hadapan lebih dari 700 siswa baru itu, Nuryakin mengatakan bahwa siswa telah tepat bersekolah di sini. Karena SMK Muda Genteng memiliki pendidikan yang berbasis Islami.
“Bangga gak (tidak)?” bangga jawab peserta MPLS dengan serentak.
Ia menyampaikan bahwa ada lulusan sekolah ini yang ia kenal dan sekarang sukses di perusahaan ternama di Jakarta. Menurutnya orang bisa sukses itu harus melewati sistem pendidikan. Kemudian ia mengenalkan dirinya.
“Saya mempunyai 2 anak dan 2 istri” ujarnya disambut gelak tawa oleh peserta MPLS.
Ternyata dua istri yang dimaksud adalah istri pertama senjata karena ia militer. Sedangkan istri yang kedua adalah istri yang tinggal di rumah.
Ajarkan PBB
Sekilas Nuryakin menceritakan proses pendidikannya sejak SD hingga SMA. Lalu ia masuk militer pada tahun 2001. Pada tahun 2002 hingga 2018 ia berdinas di Papua. Sekarang ini ia bertugas di Koramil Genteng.
Ia pun berpesan dua hal kepada peserta MPLS agar sukses. Yaitu mendengarkan guru saat menerangkan ilmu pengetahuan dan taat kepada guru.
Setelah itu ia memaparkan materi Peraturan Baris Berbaris (PBB) kepada peserta MPLS. Ia membagi ke dalam dua tahapan dalam penyampaiannya.
Tahap pertama menjelaskan teori terkait PBB. Antara lain, sikap sempurna, sikap istirahat, penghormatan, hadap kanan, dan hadap kiri. Sedangkan untuk tahap yang kedua adalah praktik PBB di lapangan sekolah.
Agar pelaksanaan praktik PBB ini berjalan dengan lancar, maka peserta MPLS dibagi menjadi 4 kelompok. Masing-masing kelompok terbimbing oleh satu orang personal TNI untuk praktik langsung PBB.
Kegiatan ini berlangsung dengan tertib dan lancar. Setelah itu para siswa kembali lagi ke aula untuk persiapan pulang.
Penulis Taufiqur Rohman, Editor Danar Trivasya Fikri





0 Tanggapan
Empty Comments