Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Wakil Ketua PDM Gresik Kupas Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah di Baitul Arqam PCM se-Gresik

Iklan Landscape Smamda
Wakil Ketua PDM Gresik Kupas Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah di Baitul Arqam PCM se-Gresik
Wakil Ketua PDM Kabupaten Gresik, Prof. Dr. Syamsul Sodiq, M.Pd., saat memaparkan materi. Foto: Lilik Isnawati/PWMU.CO)
pwmu.co -

Majelis Pendidikan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Gresik mengadakan kegiatan Baitul Arqam bagi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kabupaten Gresik.

Acara yang berlangsung di Aula SMP Muhammadiyah 12 GKB pada Sabtu-Ahad (13-14/9/2025) ini mengangkat tema “Optimalisasi Peran Cabang/Ranting se-Gresik untuk Menggerakkan Dakwah Islam Berkemajuan.”

Salah satu materi utama dalam kegiatan ini adalah “Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM),” yang disampaikan oleh Wakil Ketua PDM Kabupaten Gresik, Prof. Dr. Syamsul Sodiq, M.Pd.

Sebelum memasuki materi, Syamsul mengajukan tiga pertanyaan kepada seluruh peserta Baitul Arqam: apakah peserta sudah mengetahui apa itu PHIWM, sudah mempelajari dan memahami PHIWM, serta sudah mengamalkan nilai-nilai PHIWM dalam kehidupan sehari-hari?

Ia juga mengutip cerita Muhammad Abduh saat berkunjung ke Paris, yang mengatakan, “Aku pergi ke negara Barat, aku melihat Islam namun tidak melihat orang Muslim. Dan aku pergi ke negara Arab, aku melihat orang Muslim namun tidak melihat Islam.”

Syamsul juga menjelaskan bahwa berdasarkan penelitian Prof. Hussain Askari dari George Washington University, Amerika Serikat, pada tahun 2018, daftar negara paling Islami didominasi oleh negara-negara non-Muslim.

Posisi teratas ditempati oleh Selandia Baru, Swedia, Belanda, Islandia, Swiss, dan Irlandia. Sementara itu, negara-negara Muslim seperti Uni Emirat Arab berada di peringkat ke-45, Malaysia di peringkat ke-47, dan Indonesia di peringkat ke-64.

“Ungkapan Muhammad Abduh dan hasil penelitian Hussain Askari menyiratkan sebuah paradoks besar: nilai-nilai Islam sejati seperti kejujuran, keadilan, persamaan, kebersihan, penghormatan terhadap hak asasi manusia, disiplin, kepedulian sosial, dan amanah justru lebih banyak dipraktikkan di negara-negara non-Muslim. Sementara itu, di banyak negara Muslim, nilai-nilai tersebut sering kali diabaikan,” jelas Syamsul.

Sementara itu, lanjutnya, George Bernard Shaw, seorang penulis drama, kritikus, dan peraih Nobel Sastra asal Irlandia, dalam karyanya The Genuine Islam menyatakan, “Jika ada agama yang berpeluang menguasai Inggris bahkan Eropa beberapa ratus tahun dari sekarang, Islamlah agama tersebut.”

Karya The Genuine Islam mencerminkan pandangan seorang intelektual Barat yang mengagumi nilai-nilai ajaran Islam. Meskipun bukan seorang Muslim, Shaw melihat potensi besar Islam sebagai agama yang rasional, humanis, dan relevan sepanjang masa.

“Hasil penelitian Pew Research Center, Amerika Serikat, menunjukkan bahwa Islam diperkirakan akan menjadi agama dengan jumlah pemeluk terbanyak pada tahun 2075, mencapai sekitar 3,4 miliar jiwa. Hal ini dipengaruhi oleh tingginya angka keluarga muda dan tingkat kesuburan,”imbuhnya.

Ia juga berbicara tentang potensi dan tantangan, jumlah pemeluk yang besar merupakan peluang untuk membangun kemandirian dan sinergi sehingga menjadi kekuatan yang diperhitungkan di dunia.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Namun, sambungnya, jumlah yang banyak juga bisa menjadi beban secara ekonomi dan membuat posisi terombang-ambing oleh kekuatan lain jika sumber daya manusia tidak cerdas dan berkualitas.

“Di sinilah Buku Tuntunan PHIWM hadir sebagai peta jalan. PHIWM bukan sekadar kumpulan aturan normatif, melainkan tuntunan praktis yang membimbing warga Muhammadiyah untuk menjadikan Islam sebagai pedoman hidup yang komprehensif, baik dalam urusan pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa, hingga peradaban global,” kata Pria yang juga Guru Besar Fakultas Kependidikan UNESA.

Mengupas PHIWM

Syamsul menjelaskan bahwa PHIWM merupakan seperangkat nilai dan norma Islami yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah, yang menjadi pola tingkah laku warga Muhammadiyah dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, PHIWM mencerminkan kepribadian Islami yang bertujuan mewujudkan masyarakat utama yang diridhoi oleh Allah SWT.

KH. Achmad Dahlan pernah berpesan, “Keislaman bukan hanya Allah ada di dalam jiwamu, tetapi kehidupan Islam harus menjadi nyata melalui perilakumu.”

Pesan ini, jelas Syamsul, mengajarkan bahwa Islam sejati tidak cukup hanya diyakini dalam hati atau diucapkan lewat lisan. Keislaman harus hadir dalam bentuk nyata, dalam sikap, tindakan, dan cara kita menjalani kehidupan sehari-hari.

Menurut Syamsul, seorang Muslim sejati bukan hanya rajin beribadah, tetapi juga jujur dalam bekerja, amanah dalam memegang tanggung jawab, disiplin dalam waktu, peduli pada sesama, dan berjuang melawan kebodohan serta ketidakadilan.

Ia menegaskan bahwa Islam yang hidup dalam perilaku itulah yang akan menjadi cahaya, membawa manfaat, serta menebar rahmat bagi lingkungannya.

“Bagi Muhammadiyah, pesan ini menjadi ruh gerakan. Amal usaha di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial merupakan bukti nyata bagaimana ajaran Islam diwujudkan dalam tindakan. KH. Ahmad Dahlan menekankan bahwa dakwah bukan sekadar ceramah, tetapi tindakan nyata yang mengangkat derajat manusia, memajukan umat, dan menghadirkan Islam sebagai agama yang mencerahkan,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa landasan dan sumber PHIWM adalah Al-Qur’an dan Sunnah Nabi, serta pengembangan dari pemikiran-pemikiran formal yang berlaku dalam Muhammadiyah, antara lain:

  • Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah.
  • Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah.
  • Kepribadian Muhammadiyah.
  • Khittah Perjuangan Muhammadiyah.
  • Hasil-hasil Keputusan Majelis Tarjih.

Syamsul kemudian menjelaskan beberapa sifat PHIWM, antara lain:

  • Mengandung hal-hal pokok dan prinsip penting dalam bentuk acuan nilai dan norma, bukan hukum.
  • Bersifat pengayaan, memberikan banyak khazanah untuk membentuk keluhuran dan kemuliaan ruhani serta tindakan.
  • Aktual, yakni memiliki keterkaitan dengan tuntutan dan kepentingan kehidupan sehari-hari.
  • Memberikan arah bagi tindakan individu maupun kolektif yang bersifat keteladanan.
  • Ideal, sebagai panduan umum yang pokok dan utama untuk kehidupan sehari-hari.
  • Rabbani, mengandung ajaran dan pesan akhlaki yang membuahkan kesalehan.
  • Taisir, panduan yang mudah dipahami dan diamalkan oleh setiap muslim, khususnya warga Muhammadiyah. (*)
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡