
PWMU.CO – Sekitar 50 orang alumni Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU) Al-Mabrur berkumpul dalam suasana hangat penuh keakraban dalam kegiatan Silaturahim Alumni KBIHU Al-Mabrur yang digelar pada hari Ahad (25/05/2025).
Acara ini berlangsung di Warung Makan Enak Blitar Bale Kinanthi, Dusun Plosorejo, Desa Bence, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar. Dengan konsep prasmanan, suasana asri, dan bangunan bergaya Joglo khas Yogyakarta, lokasi ini memberikan kenyamanan bagi pengunjung untuk bersantap sambil menikmati hamparan sawah hijau dan sesekali melihat kereta api melintas.
Menu yang ditawarkan pun beragam dan terjangkau, mulai dari Rp 3.000 hingga Rp 25.000. Beberapa di antaranya adalah nasi jagung, sayur lodeh, ayam goreng, bebek, ikan nila, capcay, hingga aneka jajanan pasar dan minuman.
Acara dimulai dengan sambutan, dilanjutkan ramah tamah dan penyampaian motivasi oleh Wakil Ketua PWM Jawa Timur, Hidayatur Rahman SE MM, yang akrab disapa Dayat. Dalam sambutannya, Dayat memberikan apresiasi kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Blitar atas inisiatif mendirikan KBIHU Al-Mabrur.
“Ini adalah bagian dari delapan program utama PP Muhammadiyah. KBIHU harus bisa membimbing secara mandiri, mudah, dan Syar’i. Itu yang akan menjadi pembeda dengan KBIHU lain,” ujarnya.
Pondasi Ekonomi Dakwah
Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya setiap PDM memiliki PT sebagai pondasi ekonomi dakwah.
“Kalau kita punya PT, kita bisa bentuk Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di tingkat daerah. Ini jadi sumber keuangan dakwah. Jangan hanya menggantungkan dari iuran,” kata Dayat.
Ia juga mencontohkan lembaga zakat nasional yang berhasil membiayai operasional amilnya dari unit usaha sendiri.
“Gaji amil itu murni dari hasil usaha mereka. Dana zakatnya murni untuk mustahik, bukan operasional,” ungkapnya.
Menyadari potensi besar alumni KBIHU Al-Mabrur di Blitar Raya, Dayat berharap agar mereka mulai membentuk unit usaha.
“Ada Haji Ashadi yang ternak bebek petelur, Haji Ainul jual telur, Haji Zen Azis punya kebun buah, Haji Imam juragan gabah. Ini bisa jadi kekuatan dan daya tarik jamaah lain,” katanya.
Di akhir sambutan, Dayat menekankan pentingnya pengurusan izin operasional KBIHU secara serius.
“Legalitas ini akan menjadi kekuatan tersendiri dalam menjalankan roda organisasi,” pungkasnya. (*)
Penulis Agus Fawaid Editor Amanat Solikah






0 Tanggapan
Empty Comments