Search
Menu
Mode Gelap

Wakil Ketua PWM Jatim Dorong Lompatan Mutu Pendidikan Muhammadiyah

Wakil Ketua PWM Jatim Dorong Lompatan Mutu Pendidikan Muhammadiyah
Dr. Hidayatulloh menyampaikan sambutan dalam Rakowil Majelis Dikdasmen PNF di Umsida, Ahad (11/1/2026). Foto: Istimewa
pwmu.co -

Pendidikan yang bermutu tidak lahir dari rutinitas administratif, tetapi dari keberanian merumuskan arah kemajuan yang jelas dan terukur.

Pesan inilah yang mengemuka dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Tahun 2026 Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur.

Rakorwil yang digelar di Aula Mas Mansyur, GKB 2 Lantai 7 Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Ahad (11/1/2026), menjadi forum strategis untuk menyatukan visi, menyinergikan langkah, serta merumuskan kebijakan operasional peningkatan mutu pendidikan Muhammadiyah di Jawa Timur.

Wakil Ketua PWM Jawa Timur Bidang Pendidikan, Dr. Hidayatulloh, MS.i dalam sambutannya menegaskan, Rakorwil bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan forum penting dan strategis yang menentukan arah gerak pendidikan Muhammadiyah ke depan.

“Kebijakan yang dirumuskan dalam Rakorwil harus memiliki dampak nyata dan tidak berhenti pada tataran wacana,” tegas pria yang menjabat Rektor Umsida itu.

Oleh karena itu, imbut Hidayatulloh, hasil Rakorwil perlu segera ditindaklanjuti secara konkret hingga ke level daerah, cabang, dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).

“Rakorwil ini menjadi ruang bersama untuk merumuskan kebijakan operasional peningkatan mutu pendidikan Muhammadiyah di Jawa Timur. Hasilnya harus segera diturunkan dan dilaksanakan di tingkat PDM, PDA, cabang, hingga satuan pendidikan,” tandas Hidayatulloh.

Dalam perspektif yang lebih luas, Hidayatulloh menempatkan pendidikan Muhammadiyah dalam konteks peradaban. Dia menekankan bahwa kemajuan adalah kata kunci utama dalam membangun peradaban.

“Hari ini, kemajuan adalah kata kunci. Peradaban dibangun oleh capaian-capaian kemajuan,” ujarnya.

Wakil Ketua PWM Jatim Dorong Lompatan Mutu Pendidikan Muhammadiyah
Rakowil Majelis Dikdasmen PNF PWM Jatim yang digelar di Aula Mas Mansyur, GKB 2 Lantai 7 Kampus 1 Umsida, Ahad (11/1/2026). Foto: Istimewa

Hidayatulloh menambahkan, jika sekolah dan madrasah Muhammadiyah ingin mengambil peran strategis dalam membangun peradaban bangsa, maka tidak ada pilihan lain selain ikut serta secara aktif dalam arus kemajuan tersebut.

“Pendidikan Muhammadiyah tidak boleh puas hanya dengan bertahan, tetapi harus terus melompat ke depan. Sekolah kita, kalau mau turut ambil bagian dalam peradaban, maka mutlak untuk turut serta ambil bagian dalam kemajuan,” tandasnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Hidayatulloh juga mengungkapkan data bahwa sekolah dan madrasah Muhammadiyah di Jawa Timur berjumlah 1.074 lembaga.

Secara kuantitas, angka ini menunjukkan kekuatan besar Muhammadiyah dalam bidang pendidikan.

Namun demikian, dia mengingatkan bahwa besarnya jumlah lembaga pendidikan tersebut harus dijawab dengan pertanyaan mendasar: apakah jumlah itu benar-benar menjadi potensi, atau justru berpotensi menjadi beban jika tidak dikelola dengan mutu yang baik.

“Jumlah sekolah kita besar. Pertanyaannya, yang besar ini akan menjadi potensi kemajuan, atau malah menjadi beban?” ujarnya mengajak peserta Rakorwil untuk melakukan refleksi bersama.

Pertanyaan tersebut, menurutnya, hanya bisa dijawab melalui keseriusan semua pihak dalam meningkatkan mutu pendidikan secara sistematis dan berkelanjutan.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Hidayatulloh menekankan pentingnya target yang jelas dan terukur. Ia mendorong Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA), serta Majelis Dikdasmen di masing-masing daerah agar tidak berjalan tanpa arah.

“PDM, PDA, dan Majelis Dikdasmen perlu membuat target-target yang terukur terkait peningkatan mutu pendidikan Muhammadiyah di daerah masing-masing,” pesannya.

Rakorwil ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi gerakan pendidikan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Jawa Timur. Dengan sinergi yang kuat, upaya peningkatan mutu tidak berjalan parsial, tetapi menjadi gerakan kolektif yang terkoordinasi. (*)

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments