Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Wakil Ketua PWM Jatim Sampaikan Tugas Kenabian pada Pembinaan Santriwati SPEAM

Iklan Landscape Smamda
pwmu.co -
Syamsudin memberikan pembinaan pada santriwati SPEAM. (Dadang Prabowo/PWMU.CO)
Syamsudin memberikan pembinaan pada santriwati SPEAM. (Dadang Prabowo/PWMU.CO)

PWMU.CO – Wakil ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur (PWM Jatim), Syamsudin hadir di acara pembinaan santriwati Sekolah Pesantren Entrepreneur Al-Maun Muhammadiyah (SPEAM) kota Pasuruan pada Senin (25/11/2024).

Syamsudin yang juga merupakan ketua Badan Pembina Pesantren (BPP) SPEAM menyampaikan tugas kenabian yang terkandung pada surat Al – Jumuah, ayat: 2.

هُوَ الَّذِيْ بَعَثَ فِى الْاُمِّيّٖنَ رَسُوْلًا مِّنْهُمْ يَتْلُوْا عَلَيْهِمْ اٰيٰتِهٖ وَيُزَكِّيْهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَ وَاِنْ كَانُوْا مِنْ قَبْلُ لَفِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍۙ

“Dialah yang mengutus seorang Rasul (Nabi Muhammad) kepada kaum yang buta huruf dari (kalangan) mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, serta mengajarkan kepada mereka Kitab (al Quran) dan Hikmah (Sunah), meskipun sebelumnya mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata.”

Menurut Syamsudin, Nabi Muhammad sesuai dengan ayat di atas memiliki tiga tugas mulai. Yaitu, membacakan ayat-ayat Allah kepada umat manusia, menyucikan jiwa mereka dan mengajarkan al Quran dan As-sunah kepada mereka.

Pembinaan Santriwati

Lebih lanjut, dosen Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya itu menjelaskan bahwa al Quran adalah kitab suci yang terkandung di dalamnya semua ilmu dan menjadi sumber inspirasi. Oleh karena itu, ia berharap para santriwati SPEAM mempelajari al Quran dan kandungan yang terdapat di dalamnya dengan sungguh-sungguh.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Syamsudin memberikan pembinaan pada santriwati SPEAM (Dadang Prabowo/PWMU.CO)
Syamsudin memberikan pembinaan pada santriwati SPEAM (Dadang Prabowo/PWMU.CO)

Pada sesi diskusi dengan santriwati, salah seorang santriwari asal Pasuruan Cindy Novalina Andros bertanya kenapa di dalam al Quran tidak disebutkan ilmu-ilmu kontemporer seperti biologi, kimia dan sebagainya. Padahal lanjutnya al Quran seperti yang diketahui adalah kitab suci terakhir yang lengkap.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Syamsudin menuturkan bahwa memang secara spesifik al Quran tidak menyebutkannya. Tapi bukan berarti tidak ada ayat yang menyinggung hal-hal tersebut. Seperti ayat-ayat tentang alam semesta dan lain sebagainya menurut anggota komisi fatwa MUI Jawa Timur tersebut merupakan sumber inspirasi bagi para ilmuwan muslim untuk menggali makna dan melakukan observasi. (*)

Penulis Dadang Prabowo Editor Amanat Solikah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu