Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Wakil Ketua PWM Jatim Soroti Ideologi Muhammadiyah dan KHGT di Halalbihalal PCIM Arab Saudi

Iklan Landscape Smamda
Wakil Ketua PWM Jatim Soroti Ideologi Muhammadiyah dan KHGT di Halalbihalal PCIM Arab Saudi
HM. Sulthon Amien saat menyampaikan kajian di acara Halalbihalal PCIM Arab Saudi. Foto: Istimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

Wakil Ketua PWM Jawa Timur, Dr. M. Sulthon Amien, M.M., mengisi kajian dalam acara Halalbihalal Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Arab Saudi, Senin (23/3/2026) waktu setempat. Dalam kegiatan tersebut, ia menyampaikan tema “Membahas AD/ART dan Muqaddimah Organisasi.”

Kegiatan yang berlangsung di Istirohah Platinum ini menjadi momentum spiritual sekaligus ajang silaturahmi yang sarat makna bagi para kader persyarikatan yang tengah menuntut ilmu dan berjuang di tanah rantau.

Acara tersebut dihadiri oleh mahasiswa, diaspora, serta kader Muhammadiyah yang berada di Arab Saudi. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa sejak awal hingga akhir kegiatan, mencerminkan kuatnya ikatan ukhuwah di antara sesama warga persyarikatan.

Sulthon Amien mengatakan, membaca AD/ART merupakan hal yang mudah bagi pelajar maupun mahasiswa yang sedang menempuh studi di Arab Saudi. “Seperti Anda sebagai warga PCIM di kota pelajar Madinah ini, pasti mudah,” katanya.

Sulthon juga mengingatkan bahwa KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, pernah belajar di Madinah.

“Barangkali di kota ini pemikiran membangun umat dimulai. Anda adalah penerusnya. Ingat, beliau (KH Ahmad Dahlan, red) selain piawai membaca kitab kuning, juga kitab putih. Dunia dan akhirat menyatu dalam hidupnya,” katanya.

Sulthon menekankan pentingnya penguatan ideologi Muhammadiyah sebagai fondasi utama dalam berjuang di mana pun berada.

Ia mengingatkan bahwa Muhammadiyah memiliki manhaj (metode) yang jelas dalam memahami dan mengamalkan Islam, yakni berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah dengan pendekatan tajdid (pembaruan).

“Sebagai kader Muhammadiyah, kita tidak boleh tercerabut dari akar ideologi. Manhaj Muhammadiyah menuntun kita untuk berislam secara berkemajuan, rasional, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai tauhid,” ujar anggota Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) ini.

Sulthon juga menjelaskan bahwa ideologi Muhammadiyah bukan sekadar konsep, tetapi harus diwujudkan dalam amal nyata, baik dalam kehidupan akademik, sosial, maupun dakwah.

“Ber-Muhammadiyah itu bukan hanya identitas, tetapi komitmen untuk menghadirkan Islam yang mencerahkan, memajukan, dan memberi solusi bagi umat,” tegasnya.

Kepada mereka yang tengah menempuh studi di Arab Saudi, Sulthon Amien menyampaikan harapan besar agar mereka mampu menjadi kader unggul yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan ideologis.

Menurutnya, kesempatan belajar di pusat-pusat peradaban Islam dunia harus dimanfaatkan untuk memperkaya wawasan, sekaligus memperkuat komitmen keislaman dan keindonesiaan.

“Saudara-saudara adalah duta Muhammadiyah sekaligus duta bangsa. Jadilah kader yang unggul, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi umat dan bangsa ketika kembali ke tanah air,” pesannya.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Dia juga mengingatkan pentingnya menjaga nama baik persyarikatan dengan menunjukkan akhlak mulia, semangat belajar yang tinggi, serta keterlibatan aktif dalam kegiatan dakwah dan sosial.

Wakil Ketua PWM Jatim Soroti Ideologi Muhammadiyah dan KHGT di Halalbihalal PCIM Arab Saudi
HM. Sulthon Amien bersama pengurus dan anggota PCIM Arab Saudi. Foto: Istimewa/PWMU.CO
KHGT sebagai Keniscayaan Ilmiah

Dalam kesempatan tersebut, Sulthon turut menyinggung isu Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang saat ini menjadi perhatian di kalangan umat Islam.

Ia menegaskan bahwa KHGT merupakan sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihindari, seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan umat akan kesatuan waktu ibadah.

“KHGT adalah bagian dari ikhtiar ilmiah umat Islam untuk menghadirkan kesatuan kalender yang berbasis pada ilmu pengetahuan. Ini bukan sekadar wacana, tetapi kebutuhan peradaban,” jelasnya.

Sulthon menambahkan bahwa pengembangan kalender global tersebut merupakan bagian dari tugas manusia sebagai khalifah di bumi, yang diberi amanah untuk mengelola kehidupan dengan pendekatan ilmu dan rasionalitas.

“Ilmu pengetahuan adalah instrumen yang Allah berikan kepada manusia. Dalam konteks KHGT, kita diajak untuk memadukan antara dalil syar’i dan pendekatan ilmiah agar umat memiliki sistem waktu yang pasti dan menyatukan,” ungkapnya.

Menurut Sulthon, perbedaan dalam penentuan awal bulan Hijriah selama ini menjadi tantangan yang perlu disikapi dengan bijak dan ilmiah, bukan dengan perdebatan yang justru memecah belah.

Wakil Ketua PWM Jatim Soroti Ideologi Muhammadiyah dan KHGT di Halalbihalal PCIM Arab Saudi
Para pelajar dan mahasiswa Indonesia yang menempuh studi di Arab Saudi mengikuti kajian. Foto: Istimewa/PWMU.CO
Momentum Silaturahmi dan Penguatan Spirit

Kegiatan Halalbihalal ini tidak hanya menjadi ajang saling memaafkan pasca-Ramadan, tetapi juga momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan dan komitmen dakwah di kalangan kader Muhammadiyah di luar negeri.

Ketua PCIM Arab Saudi, Dicky Zulkarnain Tamy, B.IRKH., dalam sambutannya membuka acara dengan menekankan pentingnya agenda ini bagi para diaspora Indonesia.

“Acara ini diadakan salah satunya sebagai sarana temu hangat antar kader yang sedang berada jauh di tanah rantau,” ujar Dicky.

Kehadiran para kader di momen ini, imbuhnya, diharapkan mampu merekatkan kembali ikatan emosional dan saling menguatkan di tengah jauhnya jarak dari Tanah Air. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡