Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Dr Hidayatullah MSi menanggapi hasil manajemen review terhadap SMK Muhammadiyah 2 (SMK Muda) Genteng Banyuwangi, Ahad (31/8/2025).
Hal ini dilakukan karena SMK Muda Genteng menjadi salah satu sekolah yang digadang-gadang oleh Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) PWM Jatim untuk menjadi outstanding school. Yakni sekolah yang memiliki kualitas tinggi dan unggul pendidikannya.
Kegiatan manajemen review ini diawali dengan presentasi dari tim manajemen SMK Muda Genteng. Mulai dari kepala sekolah, wakil kurikulum, wakil Sumber Daya Manusia (SDM) wakil kesiswaan, wakil Ismuba, wakil humas, wakil Sarana dan Prasarana (Sarpras), dan Bursa Kerja Khusus (BKK).
Dalam presentasi ini, SMK Muda Genteng memaparkan visi dan misi sekolah serta berbagai program yang telah dijalankan. Setelah itu, jajaran Dikdasmen dan PNF PWM Jawa Timur menyampaikan tanggapan mereka.
Wakil Ketua PWM yang membidangi pendidikan, Hidayatullah memberikan tanggapannya.
“Pak, visi itu sudah final?,” tanyanya kepada kepala SMK Muda Genteng.
Ia menjelaskan bahwa setelah visi sekolah ditetapkan, maka dilanjutkan dengan membuat misi untuk mencapai visi itu. Kemudian harus mempunyai tujuan, menetapkan sasaran, dan strategi untuk mencapai sasaran tersebut.
“Selanjutnya, kepala sekolah perlu membuat kebijakan untuk memproyeksikan kapan visi tersebut akan tercapai. Misalnya, ditetapkan target pencapaian dalam kurun waktu 12 tahun. Maka, pada periode 2025-2029 harus ditentukan fokus dan target utama yang menjadi milestone-nya,” sambungnya.
Hidayatullah yang juga Rektor Universitas Muhammadiyah Sidoarjo itu menekankan, hendaknya fokus pada base life dengan memperhatikan standar dari pemerintah, persyarikatan, dan sekolah.
Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah Jawa Timur memiliki Muhammadiyah Future School (MFS) yang merupakan standar pelampauan, sehingga sekolah dapat menggunakannya sebagai rujukan.
“Ini yang akan membedakan SMK Muda Genteng dengan sekolah-sekolah lainnya,” tandasnya.
Melanjutkan tanggapannya, ia meminta agar setiap standar dibreakdown menjadi indikator-indikator kinerja yang dapat didistribusikan kepada masing-masing wakil kepala sekolah.
“Indikatornya mungkin belum ideal, tetapi setidaknya bisa menjadi potret atau baseline kerja dalam empat tahun ke depan. Oleh karena itu, Rencana Kerja Sekolah (RKS) hendaknya disusun selaras dengan baseline tersebut,” tuturnya.
Di akhir tanggapannya, Hidayatullah berpesan kepada tim manajemen SMK Muda Genteng.
“Sekecil apa pun jumlah anggarannya, harus tetap mengalir kepada indikator yang telah ditetapkan. Hal ini harus mulai ditata sebaik mungkin,” harapnya. (*)


0 Tanggapan
Empty Comments