Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Walk for Peace: Aksi Kaum Muda Lintas Iman dan Difabel Demi Keadilan Iklim

Iklan Landscape Smamda
Walk for Peace: Aksi Kaum Muda Lintas Iman dan Difabel Demi Keadilan Iklim
pwmu.co -
Deklarasi Kaum Muda Lintas Iman untuk Keadilan Iklim dan Kesetaraan Gender (Karina/PWMU.CO)

PWMU.CO – Eco Bhinneka Muhammadiyah, Himpunan Difabel Muhammadiyah (HIDIMU) Pusat, GreenFaith berjalan kaki menapaki rute bersejarah di Jakarta dalam kegiatan Walk for Peace and Climate Justice, Sabtu (5/7/2025). Aksi damai ini menegaskan bahwa keadilan iklim adalah hak setiap manusia, tanpa terkecuali, termasuk mereka yang spesial atau difabel.

Diikuti sekitar 50 peserta, kegiatan ini dimulai dari Gereja Katedral Jakarta, menelusuri Terowongan Silaturahmi, Masjid Istiqlal, lalu berakhir di Pura Adhitya Jaya Rawamangun. Ketiga rumah ibadah tersebut menjadi simbol toleransi dan kerukunan yang menguat, sekaligus pengingat bahwa krisis iklim menuntut persatuan dan tindakan lintas iman dan menjadi hak semua umat tanpa terkecuali.

“Perdamaian akan terwujud bila keadilan lingkungan dan sosial dirasakan oleh semua warga, termasuk difabel dan kelompok rentan,” ujar Direktur Eco Bhinneka Muhammadiyah sekaligus Koordinator Nasional GreenFaith Indonesia, Hening Parlan.

Sejumlah tokoh lintas agama turut menyampaikan pesan kebersamaan. Romo Macarius Maharsono Probho SJ, menegaskan bahwa pancasila adalah napas bersama kita. Gerakan kecil seperti ini harus terus dihidupkan agar kemanusiaan yang adil dan beradab tidak hanya menjadi jargon, tetapi denyut nadi kehidupan sehari-hari.

Senada dengan itu, Ketua Umum HIDIMU, Fajri Hidayatullah menekankan pentingnya inklusi difabel dalam perjuangan iklim.

“Bicara keadilan tidak hanya menyangkut mereka yang normal, tetapi juga saudara-saudara kita yang istimewa. Sahabat difabel harus dilibatkan sebagai bagian dari solusi,” tegasnya.

Humas Gereja Katedral Jakarta, Susiana Suwandi juga menyampaikan bahwa gereja akan terus berkomitmen mendukung aksi pelestarian lingkungan.

“Gereja Katedral sudah menggunakan tiga puluh persen energi surya, menjadi katedral pertama di Indonesia yang memanfaatkan PLTS. Kami juga menyediakan akses bagi penyandang disabilitas. Ini adalah wujud iman yang berpihak pada bumi,” jelasnya.

Sementara itu, Pelaksana Administrasi, Humas, dan Kerja sama Badan Pengelola Masjid Istiqlal, Yusuf Fauzi, menuturkan bahwa Masjid Istiqlal telah memanfaatkan panel surya sejak 2021, mendaur ulang air wudhu, mengelola sampah, serta menggunakan material ramah lingkungan.

“Kami ingin masjid menjadi rumah ibadah yang ramah lingkungan,” ucapnya.

Di Pura Adhitya Jaya Rawamangun, Putu Maharta menegaskan pentingnya merawat nilai Bhinneka Tunggal Ika.

“Perbedaan adalah rahmat, tetapi persatuan adalah kekuatan. Nilai ini harus terus dihidupkan agar NKRI tetap kokoh,” katanya.

Dukungan juga disampaikan oleh perwakilan dari Ford Foundation, Farah Sofa.

“Inisiatif ini sejalan dengan misi Ford Foundation untuk mewujudkan keadilan sosial dan keadilan iklim. Semoga kita bisa menciptakan bumi yang lebih damai dan inklusif,” harapnya.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Deklarasi Kaum Muda Lintas Iman untuk Keadilan Iklim dan Kesetaraan Gender di Terowongan Silaturahmi

Salah satu momen penting kegiatan ini adalah pembacaan Deklarasi Orang Muda Lintas Iman untuk Keadilan Iklim dan Gender di dalam Terowongan Silaturahmi, sebuah ruang simbol persatuan yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral.

Deklarasi ini memuat empat komitmen utama di antaranya yakni:

1. Transformasi ekologis yang inklusif, melalui pembangunan ruang terbuka hijau, transisi energi bersih, dan pengelolaan sampah berbasis komunitas.

2. Penguatan kepemimpinan inklusif dalam aksi iklim, termasuk menyediakan ruang aman dan meningkatkan kapasitas kepemimpinan ekologis yang inklusif, serta setara gender.

3. Solidaritas lintas iman untuk bumi, dengan membangun jejaring rumah ibadah ramah lingkungan dan edukasi berbasis nilai spiritual dalam aksi bersama.

4. Perlindungan kelompok rentan, khususnya difabel, agar berdaya menghadapi dampak krisis iklim.

    Pembacaan deklarasi di Terowongan Silaturahmi ini menjadi penanda kuat komitmen bersama untuk menjadikan toleransi, keadilan sosial, dan keadilan iklim sebagai fondasi gerakan kolektif lintas iman. Deklarasi ini juga menegaskan bahwa perjuangan menuju keadilan iklim tidak boleh meninggalkan siapa pun. Kelompok disabilitas, anak muda, dan perempuan harus menjadi aktor utama perubahan.

    Walk for Peace and Climate Justice bukan hanya simbol, tetapi langkah awal membangun harapan di tengah krisis. Inilah jubile, tahun pengharapan, yang harus kita isi bersama dengan aksi nyata,” pungkas Hening Parlan.

    Kegiatan ini juga didukung oleh UHAMKA, RSI Jakarta Cempaka Putih, serta para tokoh agama lintas iman.

    Eco Bhinneka Muhammadiyah bersama seluruh mitra berharap gerakan ini dapat menginspirasi, bahwa Indonesia dengan segala keberagamannya mampu bersatu untuk merawat bumi sebagai rumah bersama. (*)

    Penulis Karina Editor Ni’matul Faizah

    Iklan Landscape Unmuh Jember

    Baca Lainnya

    Iklan pmb sbda 2025 26

    0 Tanggapan

    Empty Comments

    Search
    Menu
    Logo Depan Satriadev
    Logo Belakang Satriadev
    ⚡ 1 Dekade ⚡