Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Wanita Bahagia Menuju Taqwa: Kunci Kebahagiaan Abadi di Hati

Iklan Landscape Smamda
Wanita Bahagia Menuju Taqwa: Kunci Kebahagiaan Abadi di Hati
Foto Tausiah ke 2 dari PRA Singkul di depan peserta CMA Cabang Laren. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Giliran tausiah kedua yang disampaikan di Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Laren menyoroti konsep kebahagiaan dalam ajaran Islam, khususnya bagi perempuan.

Dalam tausiah tersebut disampaikan bahwa kebahagiaan sejati bagi seorang wanita bukanlah sekadar kenikmatan duniawi yang bersifat sementara, melainkan kedamaian jiwa yang lahir dari ketakwaan kepada Allah SWT.

Disampaikan bahwa bagi seorang muslimah, perjalanan menuju ketakwaan merupakan jalan menuju kebahagiaan hakiki. Kebahagiaan tersebut hadir ketika hati merasa tenang, nyaman, dan tidak tergoda untuk berpaling kepada hal-hal lain.

Kondisi ini bukanlah sebuah utopia, melainkan realitas yang dapat diraih melalui iman dan rasa syukur yang kokoh sebagai fondasi kehidupan.

Pemateri mengibaratkan hati yang bahagia seperti rumah yang tenang. Ketika seseorang merasa cukup dan damai, tidak ada dorongan untuk mencari kebahagiaan semu di luar dirinya.

Kebahagiaan

Kebahagiaan sejati tidak bersumber dari harta, jabatan, atau pujian manusia, melainkan dari kedekatan dengan Allah SWT. Kebahagiaan semacam ini membuat seorang wanita merasa “betah” berada di jalan Allah dan tidak mudah tergoda oleh gemerlap dunia yang bersifat fana.

Dalam tausiahnya juga ditegaskan bahwa kebahagiaan sejati terletak di dalam hati, yakni melalui sikap syukur. Hal ini dikuatkan dengan firman Allah dalam QS Ibrahim ayat 7 yang menyebutkan bahwa Allah akan menambah nikmat bagi hamba-Nya yang bersyukur.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Bagi perempuan, syukur dapat diwujudkan dengan menghargai nikmat-nikmat kecil, seperti kesehatan untuk beribadah, anak-anak yang sehat untuk dididik dalam nilai-nilai Islam, serta kesempatan beramal melalui organisasi seperti Aisyiyah.

Ketika hati dipenuhi rasa syukur, seseorang tidak lagi mudah membandingkan hidupnya dengan orang lain. Sebaliknya, ia akan merasa cukup dan kaya dengan apa yang dimiliki. Wanita bertakwa yang senantiasa bersyukur akan menemukan kebahagiaan yang lebih tahan lama, karena menyadari bahwa segala nikmat berasal dari Allah dan dibalas dengan amal saleh.

Selain syukur, iman juga ditegaskan sebagai kunci utama kebahagiaan. Merujuk pada QS Al-Hadid ayat 27, pemateri menjelaskan bahwa iman membawa rahmat dan ketenangan jiwa. Dengan iman yang kuat, perempuan akan memiliki keteguhan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan. Iman menjadikan hati sebagai tempat turunnya keridaan Allah (mardhotillah), sehingga kebahagiaan tidak lagi bergantung pada keadaan eksternal, melainkan pada keyakinan bahwa segala ketetapan Allah adalah yang terbaik.

Dalam konteks Aisyiyah Laren, iman tersebut diwujudkan melalui aktivitas dakwah dan amal sosial yang dilakukan secara konsisten. Iman yang kokoh menumbuhkan kesadaran bahwa tujuan utama kehidupan adalah akhirat, sementara dunia hanyalah sarana untuk beramal.

Tausiah ini mengajak para peserta untuk membangun kebahagiaan menuju ketakwaan dengan menumbuhkan hati yang penuh iman dan syukur. Dengan meneladani kehidupan para ummahatul mukminin, diharapkan para perempuan mampu meraih kedamaian batin yang berkelanjutan dan mendekatkan diri pada janji surga bagi wanita salehah. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu