
PWMU.CO – Dalam acara Pengukuhan dan Seminar Pendidikan Pimpinan Wilayah Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) Jawa Timur (Jatim), Warcil (Wartawan Cilik) SD Aisyiyah 1 Nganjuk hadir dan berkesempatan melakukan wawancara eksklusif dengan Ketua Majelis PAUDASMEN dan pemateri Seminar IGABA Jawa Timur, Selasa (29/4/2025).
Pengalaman lima Warcil ini sungguh luar biasa karena berkesempatan menghadiri agenda penting Aisyiyah. Keenam Warcil SD Aisyiyah 1 Nganjuk—Yilmaz, Aliyah, Clara, Abil, Rafi, dan Nino—dengan penuh percaya diri mengajukan beberapa pertanyaan kepada Dra Rachmi Aida MPd dan Dra Al Badrotus Tsaniyah MPd.
Wawancara dengan Dra Rachmi Aida MPd Ketua Majelis PAUDASMEN
- Apa visi dan misi utama Ibu selaku Ketua Majelis PAUDASMEN dalam mengembangkan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah? Rachmi Aida mengungkapkan, “Kami bersama PAUDASMEN ingin menjadikan sekolah-sekolah atau amal usaha Aisyiyah ini terdepan. Membentuk anak-anak yang berkarakter Islami, Qur’ani, memiliki karakter, berbakti kepada orang tua, dan senantiasa berinovasi dalam dunia pendidikan, selalu bisa mengelola diri, tentunya menjadi anak-anak yang saleh-salehah.”
- Bagaimana Ibu melihat tantangan dan peluang yang dihadapi oleh sektor pendidikan saat ini, khususnya di bidang yang Ibu kelola? “Dalam konteks dunia pendidikan, menurut saya, tantangannya yaitu kompetensi guru yang harus ditingkatkan. Tidak hanya tentang teknologi pembelajaran, tetapi secara psikologi juga. Karena tugas guru mengajar dan mendidik. Guru mendidik setiap zaman yang berbeda. Oleh karena itu, guru harus terus belajar dan belajar (long life education). Karena masa sekarang tidak akan sama dengan masa dahulu atau sebaliknya. Perlu adanya keseimbangan dari aspek siswa, perlu adanya dukungan secara humanis atau manusiawi. Mendidik adalah seni. Bagaimana anak-anak tumbuh dengan penuh kasih sayang. Ada lima bahasa cinta yang selalu disampaikan anak-anak, yaitu sentuhan, layanan, penghargaan, quality time, dan peran orang tua. Komunikasi antara pendidikan anak, amal usaha, sekolah, serta masyarakat. Komunikasi sekarang kurang efektif untuk anak-anak dan orang tua. Peranan parenting di setiap lembaga memang harus tampil lebih unggul. Ini tanggung jawab kita.”
- Bagaimana Ibu memastikan bahwa pimpinan yang Ibu pimpin tetap adaptif dan inovatif dalam menghadapi perubahan dan tantangan global yang terus berkembang di dunia pendidikan? “Jadi di dalam PAUDASMEN ada beberapa divisi. Ada divisi PAUD, pendidikan dasar, divisi pendidikan masyarakat, dan divisi pendidikan sumber daya manusia. Keempat divisi ini memiliki Tupoksi (tugas pokok dan fungsi) masing-masing sehingga selalu bisa mengadaptasi. Apa yang dibutuhkan di daerah, kita aplikasikan dalam program, didiskusikan, sehingga apa yang diinginkan oleh sekolah-sekolah dan guru bisa terwujud, dan bisa memberdayakan guru sebagai sumber belajar.”
- Bagaimana Ibu membangun dan memelihara kolaborasi yang kuat dengan berbagai pihak, termasuk sekolah, perguruan tinggi, dan dunia usaha? “Kami mencoba menawarkan program. Mana yang bisa kita lakukan dengan cara membuat pemetaan. Program-program kita ada di posisi mana, jaringan-jaringan mana yang perlu kita munculkan, mana yang masih kurang, mana yang sudah bagus. Pemetaan kita menjadi dasar untuk program yang akan datang. Jadi ada dasar pijakannya.”
- Apa prioritas utama Ibu dalam mengelola direktorat ini selama kepemimpinan Ibu? “Prioritas kami ingin lembaga-lembaga yang profesional, guru memiliki kompetensi yang bagus, para orang tua bisa menjalin komunikasi yang baik. Kita bergerak dalam konteks dakwah amar makruf nahi mungkar. Kita bergerak sebaik-baiknya untuk umat. Sudah amanah dari Perserikatan Aisyiyah Muhammadiyah bahwa kami hadir untuk memberikan sesuatu kepada umat. Tidak hanya menyelesaikan masalah, tetapi mencari sumber masalah itu. Sumber masalah itulah yang akan kita jadikan program. Semboyannya, setiap program kita hadapi tidak cepat tetapi tanggap secara analisis. ‘Cepat tidak ngebut, lambat tapi pasti.’”
Usai menggali insights mendalam dari Ibu Rachmi Aida tentang pengembangan pendidikan Muhammadiyah, tim Warcil beralih ke sesi kedua dengan semangat baru. Kali ini mereka berkesempatan berdialog dengan pemateri seminar tentang esensi menjadi pendidik ideal.






0 Tanggapan
Empty Comments