
PWMU.CO – Setelah dua hari lawatan di Malaysia, Rombongan studi banding SD Muhammadiyah 6 Gadung (SD Musix) Surabaya bersantap malam di Warung Soto Lamongan (Wasola) amal usaha Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia, Kamis (17/04/2025).
Rasa lelah mulai terasa dan perut pun menuntut untuk diisi. Setelah seharian melakukan lawatan ke Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) dan mengunjungi beberapa destinasi di Kuala Lumpur, para peserta akhirnya menikmati santap malam di Wasola, yang terletak di kawasan Raja Alang, Chow Kit, Kampung Baru, Kuala Lumpur.
Perjalanan menuju lokasi ditempuh dengan berjalan kaki, karena bus rombongan tidak dapat masuk ke area tersebut. Jarak dari tempat parkir bus ke lokasi sekitar 1,5 kilometer.
Suasana di Wasola cukup ramai oleh pengunjung. Dengan kehadiran rombongan SD Musix, pihak pengelola harus menambah kursi tambahan untuk mengakomodasi semua peserta.
“Selamat datang di Wasola,” sapa salah satu tokoh PCIM Malaysia, Muhammad Arifin yang mengenakan batik seragam persis seperti rombongan.
Meskipun bernama ‘Warung Soto’, salah satu Amal Usaha Majelis Ekonomi dan Wirausaha PCIM Malaysia ini ternyata menyajikan beragam menu. Mulai dari rawon, bakso, nasi goreng, hingga hidangan khas Jawa lainnya.
Pelayanannya pun menyerupai restoran di Indonesia. Dengan bahasa yang sopan dan tertata, para pramusaji menawarkan berbagai pilihan makanan yang tercantum dalam daftar menu. Tentu saja, para peserta memilih menu sesuai selera masing-masing.
Setelah seluruh hidangan disantap hingga habis, para pimpinan menyempatkan diri untuk mampir ke surau yang terletak tepat di depan warung.
Turut hadir dalam silaturahmi antara pengurus PCIM Malaysia dan rombongan dari SD Musix antara lain Ketua Majelis Dikdasmen PDM Surabaya, Kyai Diky Satkumullah, Kepala SD Musix, Munahar SHI MPd, Ketua PCM Wonokromo Surabaya, Ir Lukman Rahim, Ketua Majelis Dikdasmen PCM Wonokromo, Dr Arfan Fahmi MPd serta Wakil Ketua Majelis Dikdasmen, Luluk Hudaimag SAg. Sedangkan dari PCIM Malaysia, yang hadir antara lain Ketua PCIM, Fauzi Tatkhur, Sekretaris, Fathoni, Wakil Sekretaris, Aunilah Ahmad, dan masih banyak tokoh lainnya.
Melihat panjangan di dinding yang memamerkan foto mantan Ketua PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, tempat ini bukan sekadar menjadi tempat shalat, melainkan juga pusat aktivitas PCIM Malaysia.
Berbagai kegiatan Persyarikatan digerakkan oleh PCIM Malaysia di bawah kepemimpinan Fauzi Fathur asal Lamongan, layaknya aktivitas Muhammadiyah di Indonesia. Mulai dari pengajian, tabligh akbar, mengajar di Sanggar Bimbingan dan TPA, silaturahmi antaranggota, turba, Baitul Arqam, kurban, bakti sosial, dan banyak lagi kegiatan lainnya
“Salah satu program unggulan kami adalah Sanggar Bimbingan, yakni layanan pendidikan nonformal,” ujar Aunilah Ahmad.
Ia juga menyampaikan bahwa banyak anak-anak yang tidak memiliki dokumen resmi, padahal sudah memasuki usia sekolah. Untuk itu, PCIM bersama berbagai ormas lainnya hadir guna memberikan layanan pendidikan bagi mereka.
“Target dari program ini bersifat pragmatis, yaitu membantu mereka mengejar ketertinggalan agar dapat mengikuti ujian paket, namun tetap berada di bawah naungan KBRI Kuala Lumpur,” tambahnya.
Sementara itu, Munahar menyampaikan, “Kami, segenap rombongan dari SD Musix, mengucapkan ribuan terima kasih atas sambutannya.”
Sebelum meninggalkan Wasola, Muhammad Arifin meminta untuk berfoto bersama. (*)
Penulis Basirun Editor Ni’matul Faizah






0 Tanggapan
Empty Comments