Peringatan Hari Bersih-Bersih Sedunia akan sejatinya diperingati pada 20 September 2025. Dari website kemenlh.go.id. dinyatakan bahwa Hari Bersih-Bersih Sedunia telah menyatukan lebih dari 114 juta orang di 211 negara untuk mengatasi krisis sampah.
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik dalam rangka World Clean Up Day 2025 mengkampanyekan gerakan aksi bersih lingkungan kerja masing-masing dengan melibatkan pegawai dan masyarakat. Kegiatan ini dilakukan secara serentak se-Kabupaten Gresik pada Jumat (3/10/2025)
Fari sosmed @dihkabgresik World Clean Up Day kembali digelar serentak di seluruh Indonesia pada 15 September-15 Oktober 2025 dengan tema “Menuju Indonesia Bersih 2029”.
Di Kabupaten Gresik, aksi bersih-bersih telah dilaksanakan pada 20 September di area ТРА Ngipik. Selanjutnya, aksi serentak akan kembali dilaksanakan se-Kabupaten Gresik pada 3 Oktober 2025.
Di SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany) kegiatan bersih-bersih lingkungan ini dilaksanakan pada Jum’at (3/10/2025). Siswa dibagi atas beberapa kelompok dan tempat tugasnya.
Kelas 1-3 membersihkan di dalam lingkungan sekolah, kelas 4 bersih-bersih di lingkungan RT 7, lingkungan RT 6 oleh siswa kelas 5, dan kelas 6 kebagian tugas membersihkan sampah di RT 5 serta akses masuk ke sekolah.
Kepala SD Almadany berharap agar kegiatan ini menjadi gerakan nyata, “Mari bersama jadikan aksi ini bukan sekadar kegiatan tahunan, tetapi sebuah gerakan nyata untuk menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi timbulan sampah, dan mewujudkan Gresik yang lebih bersih serta sehat menuju Indonesia Bersih 2029,” tuturnya.
Ajakan ini disambut baik Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Gresik. Melalui Surat tertanggal 30/9/2025 nomor 05/1.4/MLH.GRS/X/2025 menghimbau kepada seluruh sekolah/madrasah untuk melaksanakan Gerakan Aksi Bersih di hari yang sama di Lingkungan Sekolah/Madrasah masing-masing.
Dalam surat tersebut diberikan sasaran dan langkah aksi yang dapat dilaksanakan, antara lain:
1. Membersihkan area sekolah dan sekitarnya (ruang kelas, halaman, taman, selokan, serta fasilitas umum di sekitar sekolah).
2. Melakukan pemilahan sampah sesuai kategori (organik, anorganik, dan B3).
3. Mengedukasi peserta didik untuk menjaga kebersihan dan membudayakan hidup ramah lingkungan.
4. Melaporkan dokumentasi kegiatan sebagai bentuk pertanggungjawaban dan inspirasi bagi sekolah/madrasah lain.
Ketua MLH PDM Gresik, Dr. Andi Rahmad Rahim, S.Pi., M.Si. berharap “Kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran kolektif warga sekolah/madrasah Muhammadiyah dalam menjaga kebersihan lingkungan, sekaligus sebagai wujud kepedulian terhadap kelestarian bumi,” ujar ayah dari murid SD Almadany, Andi Maryam Zhafira.
Bersama-sama, mari kita jadikan tahun 2025 sebagai tahun transformasi. Dengan donasi Anda, kita dapat terus mengorganisir aksi bersih-bersih, meningkatkan kesadaran, dan menginspirasi jutaan orang.
Kondisi sampah nasional saat ini menjadi masalah serius, dari website kemenlh.go.id. disebutkan Indonesia menghasilkan 33,621 juta ton sampah per tahun, dengan 39,91% (13,417 juta ton) belum terkelola dengan baik
Timbunan sampah nasional mencapai 31,9 juta ton pada 2024, hanya 63,3% yang berhasil dikelola. Indonesia kini berada di posisi ke-5 penghasil sampah terbesar dunia, turun dari posisi ke-2 pada 2018. Komposisi Sampah sisa makanan 39,35%, plastik 19,64%, kayu dan ranting 12,63%, serta kertas dan karton 11,14%.(*)






0 Tanggapan
Empty Comments