Puluhan guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) Islamiyah Sempu, Banyuwangi mengikuti Workshop Pembelajaran Mendalam (PM) dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang dipandu langsung oleh Pengawas MI, Khomsiah, S.Pd.I., M.Pd., pada Selasa (30/9/2025) di Rumah Makan Seblang, Kecamatan Sempu.
Dengan mengusung tema “Menuju Madrasah Maju, Bermutu, dan Mendunia”, kegiatan ini menekankan pentingnya pendidikan yang tidak hanya berfokus pada aspek akademis, tetapi juga mengedepankan nilai kemanusiaan, cinta, dan kasih sayang.
Suasana rumah makan bernuansa tradisional ini memberikan kesan hangat dan santai, namun tetap serius dalam mendalami materi.
Dalam pemaparannya, Khomsiah, menjelaskan bahwa PM bertujuan agar peserta didik memahami pengetahuan secara utuh, bukan hanya sekadar menghafal.
“Anak-anak harus diajak berpikir kritis, berani bertanya, dan mampu mengaitkan ilmu yang dipelajari dengan kehidupan nyata. Itulah esensi dari PM,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya KBC. Konsep ini menempatkan cinta sebagai inti dari setiap proses belajar mengajar, meliputi: cinta kepada Allah, sesama, ilmu, dan lingkungan.
“Jika guru mengajar dengan hati dan penuh cinta, maka siswa akan belajar dengan gembira dan merasa dihargai. Itulah awal dari pendidikan yang sesungguhnya,” tambahnya.
Workshop ini dikemas secara interaktif. Para peserta duduk lesehan di aula Rumah Makan Seblang mendengarkan paparan sekaligus aktif berdiskusi. Setiap guru diajak merefleksikan pengalaman mengajar, lalu menemukan strategi baru agar pembelajaran lebih bermakna.
Materi yang disampaikan juga dilengkapi contoh praktik nyata, seperti menyusun pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu siswa hingga merancang proyek kolaboratif berbasis kehidupan sehari-hari.
Tak hanya mendalami teori, para guru juga berlatih menyusun rancangan pembelajaran sederhana yang mengintegrasikan PM dan KBC. Diskusi kelompok yang berlangsung membuat suasana semakin hidup, didukung oleh semangat kebersamaan para peserta
Para guru yang hadir mengaku sangat terbantu dengan workshop ini. Mereka menyadari bahwa pembelajaran tidak cukup berorientasi pada hasil ujian, tetapi harus menekankan pada proses, makna, dan pengalaman belajar siswa.
Menutup kegiatan, Khomsiah, menyampaikan sebuah pesan yang penuh makna.
“Guru adalah teladan. Ketika kita mengajar dengan cinta, bukan hanya ilmu yang tersampaikan, tetapi juga keteladanan akhlak. Itulah yang akan diingat anak-anak sepanjang hidup mereka,” ungkapnya dengan haru.
Workshop ini diharapkan menjadi momentum penting bagi guru MI Islamiyah Sempu untuk bertransformasi. Melalui penerapan PM dan KBC, madrasah diharapkan mampu mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berkarakter mulia, berakhlak islami, serta siap menghadapi tantangan zaman. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments