
PWMU.CO – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Tulungagung secara resmi mendemisionerkan Ketua Umum periode 2024/2025, Muhammad Khoirun Nizam, dalam Musyawarah Cabang (Musycab) XIII yang digelar pada Ahad (13/7/2025) di Aula Lantai 2 Masjid Al-Fattah, Tulungagung.
Musycab kali ini mengangkat tema “Ta’awun untuk Tulungagung”, yang mencerminkan semangat kolaborasi antarkader serta sinergi antara IMM dan elemen masyarakat luas. Tema tersebut merupakan bentuk aktualisasi nilai-nilai dasar IMM yang terangkum dalam Trilogi: Religiusitas, Intelektualitas, dan Humanitas.
Dalam sambutan akhir masa jabatannya, Nizam menyampaikan pesan mendalam. Ia menegaskan bahwa tema Musycab bukan sekadar slogan tahunan, melainkan wujud tanggung jawab moral IMM sebagai gerakan mahasiswa yang berakar kuat pada nilai keislaman dan keummatan.
“Ta’awun adalah semangat gotong royong yang berakar pada nilai-nilai Islam. Ini menjadi jembatan antara trilogi IMM dan realitas sosial di Tulungagung. Kami ingin IMM tidak hanya berkembang ke dalam sebagai organisasi kader, tetapi juga tumbuh ke luar, menjadi solusi atas persoalan masyarakat,” ungkapnya.
Nizam juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama masa kepemimpinannya.
“Saya mohon maaf atas khilaf dan kekurangan yang ada. Terima kasih atas kepercayaan, kebersamaan, dan semangat juang yang luar biasa dari seluruh kader. IMM bagi saya adalah ruang belajar yang penuh makna, tidak hanya menempa intelektual, tapi juga membentuk kepekaan sosial,” ucapnya dengan suara berat yang menggambarkan keharuan.
Usai sambutan, prosesi sakral penyerahan bendera pataka IMM dilakukan oleh Nizam kepada Ketua Umum terpilih, Zacky Agus Putra. Momen tersebut disambut tepuk tangan meriah dari para kader dan tamu undangan yang hadir.
Dalam pidato perdananya sebagai nahkoda baru IMM Tulungagung, M Zacky Agus Putra, menegaskan pentingnya menjaga kesinambungan nilai-nilai perjuangan serta membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, baik di internal organisasi maupun dengan elemen strategis di luar.
“Estafet ini adalah amanah ideologis. IMM harus semakin membumi, hadir dalam denyut kehidupan masyarakat, dan tetap menjadi garda dakwah intelektual yang mencerahkan. Kita akan melanjutkan apa yang telah dibangun, sekaligus membuka gerbang baru bagi kemajuan IMM Tulungagung ke depan,” kata Zacky penuh semangat.
Musyawarah Cabang XIII ini bukan sekadar ajang pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi momen konsolidasi gagasan dan penyegaran struktur kepengurusan.
Seluruh kader tampak antusias mengikuti setiap rangkaian acara, mulai dari pembukaan hingga pleno pemilihan.
Acara yang berjalan lancar ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Tulungagung, H Ahmad Baharudin SM. Ia menyampaikan apresiasi atas konsistensi IMM dalam membina generasi muda yang berjiwa kepemimpinan dan berpikir kritis.
“Saya melihat IMM telah banyak berkontribusi bagi kemajuan daerah. Semangat ta’awun yang diangkat tahun ini sangat relevan. Mari terus berkolaborasi membangun Tulungagung yang maju, religius, dan berdaya saing,” pesannya.
Selain itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tulungagung yang juga Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, Jairi Irawan, juga turut memberikan sambutan dengan mengutip pernyataan tokoh nasional Dahlan Iskan. Ia menyampaikan bahwa era sekarang adalah era kebenaran baru.
“Kebenaran hari ini tidak cukup, jika tidak relevan dengan kebutuhan masyarakat. IMM harus menjadi pelita yang menyinari ruang-ruang gelap kejumudan dan ketidakpedulian. Jangan berhenti menjadi kritis, tapi juga jadilah solusi,” tegasnya.
Musycab XIII PC IMM Tulungagung ini menjadi catatan penting bahwa regenerasi dalam tubuh organisasi adalah sebuah keniscayaan. IMM terus membuktikan eksistensinya sebagai gerakan mahasiswa yang dinamis, progresif, dan mencerahkan. (*)
Penulis Ratna Wilisia Editor Ni’matul Faizah






0 Tanggapan
Empty Comments