Bukan Serikat Pekerja, seperti Ini Posisi IKKM dalam Manajamen Rumah Sakit

348
Pasang Iklan Murah
Pengurus Wilayah IKKM berfoto di depan RSIA Probolinggo.(Muhammad/PWMU.CO)

PWMU.CO-Pengurus Wilayah Ikatan Karyawan Kesehatan Muhammadiyah (IKKM) Jawa Timur mengadakan Rapat Koordinasi dan Konsolidasi bertempat di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Muhammadiyah Probolinggo Jl Raya P Sudirman 65, Selasa (25/6/19).

Direktur RSIA Muhammadiyah Probolinggo dr Fuadi Shiham menyampaikan, IKKM harus konsisten dengan tujuan mulianya untuk menyejahterakan anggota atau karyawan.

iklan

”IKKM bukan berbelok menjadi organisasi oposisi yang justru menghancurkan rumah sakit atau perusahaan serta anggotanya,” katanya.

Ketua IKKM Jawa Timur M Taufiq Aini mengatakan, IKKM di seluruh rumah sakit se Jawa Timur harus menjadi mitra yang baik. ”IKKM jangan memosisikan sebagai lawan atau pesaing rumah sakit tetapi menjadi mitra. IKKM bersinergi dengan manajemen RS bukan sebagai rival,” paparnya.

Sebagai pengurus, kata dia, maka wajib membantu semua kegiatan rumah sakit. Kalau perlu pengurus IKKM Komisariat menjadi polopor, kreator setiap kegiatan.

”Ide kegiatan rumah sakit yang berkaitan dengan peningkatan mutu keislaman karyawan muncul dari teman pengurus IKKM yang nantinya bersinergi dengan Bagian Sumber Daya Insani di manajemen rumah sakit,” katanya.

Menurut dia, rumah sakit yang belum terbentuk IKKM komisariat, didorong segera dibentuk dan dibicarakan dengan direksi.

”Direktur Rumah Sakit di Jawa Timur jangan khawatir terhadap keberadaan IKKM Komisariat. IKKM bukan seperti Serikat Pekerja yang bisa lepas control menjadi lawan perusahaan kalau ada masalah dengan karyawan. Tetapi kami karena masih ada unsur Muhammadiyahnya. Tidak seperti itu,” ujarnya.

Pengurus Wilayah IKKM Jawa Timur yang dipilih dalam Musywil kedua di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan ini akan dilantik oleh Majelis PKU PWM Jawa Timur pada Jumat (12/7/2019) saat pembukaan Rakerwil MPKU PWM Jawa Timur ke-37 di Hotel Santika Jl dr Wahidin 788 Gresik. (Habibie)