In Memoriam Bu Darpo: Perintis Aisyiyah Sepanjang Ini Tinggalkan Dokter Gigi demi Jadi Guru

789
Pasang Iklan Murah
Sukini

PWMU.CO –Aisyiyah Sepanjang Sidoarjo kehilangan sesepuhnya. Sukiniwati (86) atau populer dipanggil Bu Darpo meninggal dunia, Selasa (3/7/2019).

Dia adalah ibu dari Muhammad Sasmito Djati, ketua Wilayah Tapak Suci Putera Muhammadiyah Jawa Timur yang juga perintis berdirinya Aisyiyah Sepanjang. Sudarpo, suaminya adalah ketua PCM Sepanjang di tahun 1980-an. Jenazahnya dimakamkan di pemakaman Ngelom.

iklan

Totok, sapaan akrab Sasmito Djati mengatakan, ibunya salah satu pengembang Aisyiyah Ranting Ngelom sejak pindah dari Jember tahun 1974 ke Sepanjang.  ”Pada saat itu, ibu mengikuti ayah saya (Pak Darpo),” ujarnya.

Tahun 1975, Bu Darpo mendirikan TK Aisyiyah di Ngelom yang masih berdiri sampai sekarang.  ”Ibu dulu membangun TK itu di kawasan kelurahan, dan ada beberapa kelas,” jelasnya.

Terakhir ibunya sebagai guru di SMA Muhammadiyah 1 Taman tahun 1975. Dia mengajar mata pelajaran Aljabar, Kesehatan dan Biologi. ”Ibu saya itu dokter gigi. Tapi tidak pernah praktik, karena ingin jadi guru saja,” ungkap Totok.

Baginya, Sukiniwati itu tipe orang yang rajin dan pekerja keras. Ketika Totok ikut latihan Tapak Suci, ibunya yang selalu membesarkan hati untuk menekuni olahraga bela diri silat itu.

Menurut ibunya, lanjut Totok, Tapak Suci yang punya makna dakwah, olahraga, pendidikan, perkaderan Muhammadiyah.

”Sampai saat ini, saya sebagai ketua Wilayah Tapak Suci, bahkan masuk formatur pimpinan pusat Tapak Suci, tak lepas dari dukungan ibu,” ujarnya.

Sementara Ustadz Nadjih Ihsan, rekan mengajar Sukiniwati di SMAM 1 Taman (Smamita) mempunyai kesan tersendiri ketika sama-sama menjadi guru.

Menurut Najih, ia sosok yang kalem dalam bertutur sapa, tidak berapi-api. Pulang pergi mengajar diantar suaminya.

“Pergi pulang mengajar di Smamita, Bu Sukini selalu diantar jemput oleh Pak Darpo, suaminya yang kala itu menjadi ketua PCM Sepanjang. Pakai Vespa cokelat,” cerita Nadjih yang juga pernah menjadi kepala Smamita. (Emil)

Sasmito Djati memberi sambutan saat pemakaman ibunya di pemakaman Ngelom. (Emil/pwmu.co)