
PWMU.CO – Sebanyak 103 Guru Pendamping Agama Islam (GPAI) se-Kabupaten Banyuwangi mengikuti Monitoring dan Evaluasi (Monev) di SMK Muhammadiyah 1 (Muhi) Genteng, Banyuwangi pada Senin (21/7/2025).
Monev ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan terhadap berkas pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) PAI selama dua semester pada Tahun Ajaran 2024-2025.
Pukul 8.00 WIB acara ini dimulai. Dibuka langsung oleh Kasi Pais Kemenag Banyuwangi, Zaenal Abidin MAg yang didampingi beberapa staf Pais. Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua Pokjawas PAI, Abdul Wahid MPdI, dan Pengawas PAI, Ahmad Hasan, dan Farid Wajdi MPdI.
Para GPAI yang mengikuti kegiatan monev ini berasal dari Jenjang TK, SD, SMP, SMA, dan SMK. Meliputi Kecamatan Genteng, Sempu, Glenmore, dan Kalibaru. Untuk kelancaran pelaksanaan monev kali ini, maka semua berkas GPAI dikumpulkan sesuai dengan jenjangnya.
Setelah itu berkas diperiksa oleh asesor staf Pais Kemenag dengan menggunakan instrumen asesmen. Di antara berkas tersebut adalah berkas profil guru yang berasal dari aplikasi siaga maupun dapodik, SK Mengajar, Surat Keterangan Menjalankan Tugas (SKMT), Daftar presensi selama 1 tahun, Data siswa per rombel yang telah ditandatangani oleh kepala sekolah dan pengawas, kecukupan jumlah jam mengajar, hingga serifikat pengembangan diri.
Monev ini berjalan dengan lancar. Salah satu asesor Staf Pais Banyuwangi, Ratma Dwi Setyaning Hayati MPd menyampaikan tujuan pemeriksaan ini.
“Bapak dan ibu, berkas ini masih harus diperiksa kevalidannya,” ujarnya.
Menurutnya, sekarang ini pemberkasan GPAI sudah sangat dimudahkan, karena tidak harus datang langsung ke Kantor Kemenag Banyuwangi, melainkan hanya mengupload data dari tempat tinggal masing-masing GPAI.
Dari hasil evaluasi ini ternyata masih banyak GPAI yang belum melengkapi berkas BAP Emis. Begitu pula ada yang sudah berhasil mencetak BAP Emis tersebut, namun jadwal mengajarnya masih kosong. Hal ini akan menjadi catatan bagi kemenag, karena proses sinkronisasi data antara dapodik dan siaga.
Selain itu masih terdapat kekurangan berkas yang lain, seperti berkas asli yang telah diupload, daftar presensi tiap bulan, data rasio siswa per rombel, juga berkas kekurangan jam mengajar.
Ratma juga meminta kepada semua GPAI agar memantau terus aplikasi Emis dan Siaga sampai bulan Desember 2025. (*)
Penulis Taufiqur Rohman Editor Ni’matul Faizah






0 Tanggapan
Empty Comments