Mahasiswa UMM Ini Lolos Seleksi Belajar Peternakan ke Australia

52
Pasang Iklan Murah
Luthfin Abidah


PWMU.CO-Mahasiswi Prodi Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan 2016 Luthfin Abidah terpilih mengikuti  program NIAPP 2019 ke Australia. Dia bergabung dengan 20 peserta lainnya dari 14 perguruan tinggi se Indonesia.

NIAPP singkatan dari NTCA Indonesia Australia Pastoral Program (NIAPP). Sponsornya Northern Territory Cattlemen’s Association (NTCA) yaitu asosiasi peternak Northern Territory (Australia Utara). Ini program magang di peternakan sapi potong di wilayah Northern Territory.

Luthfin mengikuti serangkaian tes tulis dan fisik untuk seleksi program ini. Peserta lainnya dari Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, Institut Pertanian Bogor, Universitas Padjadjaran dan lainnya. Dari universitas swasta hanya UMM yang lolos.

”Saya juga presentasi dan interview di hadapan profesor dan dosen bidang industri sapi potong dan para alumni NIAPP 2018,” kata Luthfin dihubungi Rabu (14/8/2019).

Seleksi akhir, sambung dia, presentasi dan wawancara dengan perwakilan NTCA dari Australia, Pembantu Dekan 3 Fakultas Peternakan Univesitas Brawijaya, ISPI, dan alumni NIAPP 2018.

Setelah mahasiswa asal Ponorogo ini dinyatakan lulus, Luthfin dan 19 peserta lainnya mengikuti pelatihan pre-departure dahulu. Pelatihan dilaksanakan di Cianjur, Jawa Barat, pada 12-16 Agustus 2019.

Pada sesi ini peserta dibekali pengendalian ternak, kesejahteraan hewan, hingga sejarah program NIAPP. Selanjutnya, Lutfin berada di Kementerian Pertanian untuk acara pelepasan oleh Dirjen Peternakan.

Berangkat ke Australia pada Ahad (25/8/2019). Di negeri itu belajar selama sepuluh pekan berisi pelatihan dan magang di Nothern Territory hingga 31 Oktober 2019.

Ternyata keputusan Luthfin berangkat ke Australia harus meninggalkan kesempatan lainnya. ”Sebenarnya aku dilema waktu diterima NIAPP. Pasalnya tiga minggu sebelumnya aku dinyatakan lolos TF Scale (Temasek Foundation Specialists’ Community Action and Leadership Exchange) ke Singapura,” ungkapnya.

”TF Scale adalah mimpiku sejak semester dua. Program NIAPP juga mimpiku sejak semester tiga. Akhirnya setelah dipikirkan, NIAPP banyak memberiku ilmu tentang peternakan dan pengalaman skala internasional, maka aku putuskan untuk mengundurkan diri dari TF Scale,” katanya.

Luthfin mendapatkan pembiayaan akomodasi program ini secara penuh. NTCA, pemerintah Australia dan Indonesia-Australia Red Meat and Cattle Partnership yang membiayai seluruh kegiatan sejak keberangkatan dari Bali menuju Darwin. (*)

Editor Sugeng Purwanto