Lima Hal yang Harus Diperhatikan sebelum Jadi Ahli Bekam

135
Praktik bekam yang diadakan Remas Al Jihad. (Faiz/PWMU.CO)

PWMU.CO–Remaja Masjid Al Jihad Payaman Solokuro Lamongan menyelenggarakan pelatihan bekam, Jumat (16/8/19).

Praktisi ahli bekam Ustadz Syaiful Affandi dari Perkumpulan Bekam Indonesia (PBI) memberikan pengetahuan manfaat dan teknik bekam. Setelah penyampaian materi juga dipraktikkan.

Sebelum memberikan pelatihan Syaiful menjelaskan lima poin belajar pengobatan Islam. Pertama, dalam pengobatan harus punya keyakinan bahwa Allah yang menyembuhkan bukan orang dimintai penyembuhan.

Kedua, mempelajari anatomi fisiologi manusia. Tubuh manusia dan organ dalam. Ketiga, mempelajari patalogi yaitu ilmu tentang penyakit. ”Lebih tepatnya, patologi meneliti sebab dan dampak dari penyakit,” jelasnya.

SMA Muhammadiyah 1 Taman

Keempat, pemeriksaan diagnosa lewat lidah dan telapak tangan. ”Penilaian klinis tentang respon individu, keluarga dan komunikan terhadap suatu masalah kesehatan dan proses kehidupan aktual maupun potensial. Hasil suatu pemeriksaan laboratorium sangat penting dalam membantu diagnosa, memantau perjalanan penyakit serta menentukan prognosa,” ujarnya.

Baca Juga:  Rela Berjalan Kaki dari Terminal Bungurasih ke Kantor PWM Demi Acara Kopi Darat Kontributor PWMU.CO

Kelima, cara penanganan kasus pasien. ”Harus pandai menangani masalah yang terjadi terhadap pasien bukan panik sendiri,” kata pria asli Lamongan ini.

Syaiful Affandi menjelaskan tentang Thibbun Nabawi dan manfaat bekam. ”Thibbun Nabawi adalah sekumpulan pengobatan yang diajarkan Nabi dan diteruskan oleh salafus saleh secara turun temurun salah satunya pengobatan bekam,” paparnya.

Manfaat bekam, sambungnya, proses membuang darah kotor dan endapan racun dalam tubuh kita. Sesuai sabda Nabi, sesungguhnya cara pengobatanpaling baik yang kalian pergunakan adalah hijamah (bekam).

Baca Juga:  Mahasiswa KKN Itu Terkesan Bisa Atasi Segalanya

Acara berikutnya praktik bekam dibimbing oleh Syaiful Affandi. Peserta sangat berminat dan antre untuk bisa melakukan bekam. Sebagian lainnya jadi relawan pasien. (*)

Penulis Faiz Rijal Izzuddin Editor Sugeng Purwanto