Ada Kisah Habibie Belajar Disiplin di Jerman dalam Upacara Bendera SD Muri

147
Pasang Iklan Murah
Suasana upacara bendera di SD Muri. (SY Wahyuni/PWMU.CO)

PWMU.CO – Pentingnya disiplin dalam perilaku dan sikap hidup sehari-hari ditekankan pada para siswa Sekolah Dasar Muhammadiyah Giri (SD Muri) Kebomas, Gresik, dalam upacara bendera, Senin (16/9/19).

Adalah Qomariayh SPd yang menyampaikan hal itu saat menjadi pembina upacara yang rutin digelar tiap Senin pekan kedua di halaman sekolah.

“Disiplin tidak hanya tentang tepat waktu. Tapi juga keteguhan hati menjaga kebiasaan baik agar bisa terus dikerjakan. Dalam agama kita disebut istikamah,” kata Qomariyah.

Disiplin, lanjutnya, akan mempermudah jalan menuju kesuksesan, baik di dunia maupun di akhirat. “Disiplin ini harus kita jaga dalam segala aktivitas sebagai pelajar. Disiplin belajar, disiplin mengaji, dan lainnya,” pesannya.

iklan

Lebih lanjut dia mencontohkan mantan Presiden Republik Indonesia BJ Habibie yang baru saja wafat. “Pak Habibie punya kisah, saat semasa mudanya belajar di negeri Jerman. Beliau berteman dengan orang-orang dari berbagai negara dan agama,” kisahnya.

Qimariyah bercerita, Habibie melihat dua temannya beragama Yahudi yang amat pintar dan sulit ditandingi kecerdasannya. Habibie penasaran, bagaimana cara mereka belajar. Lambat laun Habibie tahu rahasianya.

Ternyata mereka selalu disiplin bangun dini hari, membaca kitab sucinya dahulu, baru mulai belajar hingga pagi. Begitu terus setiap hari tanpa henti hingga lulus.

“Kebiasaan ini menyadarkan Pak Habibie bahwa orang Islam juga harus disiplin. Mempunyai kebiasaan baik, untuk tekun membaca kitab suci Alquran sebelum belajar. Habibie mengamalkan kebiasaan ini hingga akhir hayatnya. Karena banyak pelajaran dan penyemangat dalam Alquran yang harus dijadikan sumber pengetahuan dan pedoman hidup,” ungkap Qomariyah.

Sebagian siswa kelas VI yang bertugas. (SY Wahyuni/PWMU.CO)

Di akhir amanat, Qomariyah mengucapkan terima kasih dan apresiasi pada siswa kelas VI yang telah menunaikan tugas, dan memberi semangat kelas V untuk bersyukur atas amanah yang akan dilaksanakan dengan cara disiplin dan teguh hati dalam belajar menjadi petugas upacara yang baik.

Uparaca bendera kali ini bertepatan dengan hari terakhir bagi tim petugas upacara siswa kelas VI. Karena bulan depan, adik-adik mereka kelas V akan menggantikan posisi sebagai petugas upacara bendera selama tahun pelajaran 2019/2020.

Kepada PWMU.CO, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dan Pembiasaan Al Islam Umamah SAg menyampaikan, upacara merupakan salah satu program penguatan pendidikan karakter di SD MURI untuk memupuk jiwa nasionalisme sekaligus semangat religiusitas dalam kegiatan di sekolah. (*)

Kontributor Dina Hanif Mufidah. Editor Mohammad Nurfatoni.