Sebanyak 11 siswa SD Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya (SD Musix) siap mengharumkan nama sekolah pada ajang Muhammadiyah Education Awards (ME-Awards) 2026.
Kompetisi tingkat nasional tersebut berlangsung pada Jumat–Sabtu (7–8/8/2026) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Meski perlombaan utama digelar pada Sabtu (8/8/2026), rombongan peserta bersama guru pendamping berangkat ke Malang lebih awal pada Jumat pagi.
Keberangkatan lebih dini dilakukan agar para peserta memiliki waktu beristirahat, beradaptasi dengan lingkungan, serta mempersiapkan kondisi fisik dan mental sebelum mengikuti kompetisi.
Sebelum bertolak, seluruh kontingen terlebih dahulu memohon doa restu kepada keluarga besar sekolah agar diberikan kesehatan, kelancaran, dan mampu menampilkan performa terbaik selama mengikuti ME-Awards 2026.
Pada ME-Awards 2026, SD Musix mengirimkan 11 siswa terbaik yang akan berkompetisi pada enam cabang lomba.
Tim Robotik
- Atharazka Janitra Noor Almeera Meridiani
- Azkadyna Nura Izzatunnisa
Olimpiade Matematika
- Abyan Thoriq Atthallah
- Aufkla Rain Ananta Diev
Olimpiade IPA
- Zidan Esnanda Ramadhan
- Nafisa Adriana Widioktaviani
Olimpiade IPS
- Aira Ramadhani Salamah
- Sasadara Athviya Effendi
ISMU in English
- Muhammad Zidan Al Makkah
- Qaireen Faiza Andayani
ISMU fil Arabia
- Tsalisa Kinar Arrumi
Keikutsertaan dalam berbagai cabang tersebut menunjukkan keberagaman potensi siswa SD Musix, mulai dari bidang sains, matematika, teknologi robotika, hingga penguasaan bahasa asing.
Kepala Urusan Kurikulum SD Musix, Anisa Herwati, S.Pd., M.Pd., menuturkan bahwa ME-Awards merupakan wadah penting bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi di luar kegiatan pembelajaran di kelas.
“Kegiatan lomba seperti ME-Awards ini merupakan salah satu wadah aktualisasi potensi anak-anak di luar ruang kelas. Di arena inilah para siswa melatih keterampilan berpikir kritis (critical thinking), kolaborasi, serta kreativitas mereka secara nyata,” tuturnya.
Menurut Anisa, sekolah memandang kompetisi bukan semata-mata sebagai ajang meraih piala, tetapi juga sebagai bagian dari proses pendidikan karakter.
Melalui pengalaman mengikuti perlombaan, siswa diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang berani, percaya diri, bertanggung jawab, dan mampu membawa nama baik sekolah.
Menghadapi peserta dari ratusan sekolah Muhammadiyah di seluruh Indonesia, SD Musix terus memberikan pendampingan intensif kepada para delegasi selama berada di Malang.
Selaras dengan motto sekolah, “Qur’anic and International Insight”, seluruh jajaran pimpinan dan guru memberikan dukungan penuh agar para siswa mampu memberikan hasil terbaik.
“Bismillah, selamat berjuang Kontingen SD Musix! Berikan yang terbaik, junjung tinggi sportivitas, dan jadikan setiap tahapan proses ini sebagai batu loncatan untuk terus bertumbuh dan berprestasi,” pungkas Anisa.
Keluarga besar SD Musix juga memohon doa restu dari masyarakat dan para wali murid agar seluruh kontingen diberikan kemudahan serta mampu mengukir prestasi membanggakan pada ME-Awards 2026.





0 Tanggapan
Empty Comments