Mosi integral yang menyatukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) memang identik dengan politisi Masyumi, Mohammad Natsir. Sebab, dialah penggagasnya. Termasuk lobi ke pemimpin Republik Indonesia Serikat (RIS) dan juga pemerintahan negara-negara bagian atau federal buatan Van Mook.
Setelah dua setengah bulan melakukan lobi, Natsir mengajukan Mosi Integral di DPR RIS pada 3 April 1950. Inti mosi mendesak Pemerintah RIS untuk melakukan “penyelesaian yang integral dan pragmatis terhadap akibat-akibat perkembangan politik yang sangat cepat jalannya pada waktu yang akhir-akhir ini.”
Mosi Integral yang dibacakan ini ternyata ditandatangani oleh 12 tokoh. Selain oleh M Natsir sendiri, juga ada Soebadio Sastrosatomo, Hamid Algadri, Ir Sukiman, K Werdojo, AM Tambunan, Ngadiman Hardjosubroto, B Sahetapy Engel, Dr Tjokronegoro, Moch Tauchid, Amelz, dan H. Siradjuddin Abbas.
Lantas siapakah ke-11 tokoh selain Natsir itu?
- Soebadio Sastrasatomo
Subadio Sastrosatomo adalah seorang politikus Indonesia, dan mewakili Partai Sosialis Indonesia (PSI). PSI adalah partai politik yang didirikan oleh Sutan Sjahrir.
- Hamid Algadri
Sama halnya dengan Subadio Sastrosatomo, Hamid Algadri yang keturunan Arab kelahiran Bangil Pasuruan ini juga politikus PSI.
- Sakirman
Sakirman adalah salah satu petinggi Politbiro Central Committee Partai Komunis Indonesia (CC PKI). Dilantik sebagai anggota Parlemen RIS mewakili PKI. Sakirman adalah kakak kandung dari Letjen S.Parman yang meninggal dunia pada peristiwa G30S/PKI
- Werdojo
Karsono Werdojo adalah seorang politikus dan guru Indonesia dari . Ia tergabung dalam Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia (SOBSI). Sebelum duduk di parlemen Republik Indonesia Serikat (RIS), dia juga pernah menjadi anggota KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat).
- A. M. Tambunan
Albert Mangaratua Tambunan adalah pendiri Partai Kristen Indonesia (Parkindo), dan dipercaya menjadi Ketua Umum Parkindo. Saat mosi integral dibacakan, dia merupakan salah satu Wakil Ketua DPR RIS.
- Ngadiman Hardjosubroto
Ngadiman Hardjosubroto adalah seorang politikus kelahiran Banyumas yang bergabung dalam PKI. Sebelum menjadi anggota DPR RIS, dia dia juga pernah menjadi anggota KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat)
- Sahetapy Engel
Benjamin Sahetapy Engel adalah politikus kelahiran Saparua, Ambon. Masuk ke DPR RI mewakili Negara Indonesia Timur (NIT) yang dibentuk Belanda. Dia juga bergabung dalam BFO, atau Bijeenkomst voor Federaal Overleg. Yaitu gabungan negara-negara federal bentukan Belanda di Indonesia selama masa revolusi.
- Tjokronegoro
Nama lengkapnya adalah dr. Raden Mas Adjidarmo Tjokronegoro. Pernah menjabat sebagai Menteri Sosial dan Menteri Muda Kemakmuran. Ia juga pernah menjadi ketua Barisan Tani Indonesia/BTI (1950-1954), sebuah organisasi massa petani yang berafiliasi dengan PKI.
- Tauchid
Dilahirkan di Kebumen pada 1915, ia adalah tokoh Tamansiswa. Pertama kali aktif di organisasi tersebut, ia menjadi pamong Tamansiswa di Sumpiuh. Ia ditarik ke Yogyakarta untuk aktif di Majalah Pusara hingga menjadi Pemimpin Umum.
- Amelz
Nama aslinya Teungku Haji Abdul Manaf El-Zamzami, yang dikenal dengan singkatan Amelz. Politisi Masyumu yang juga pendiri perusahaan penerbit Bulan Bintang.
- Siradjuddin Abbas
Sirajuddin Abbas adalah ketua umum Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) dalam konferensi di Bukittinggi tahun 1938. Di tangannya, Perti kian berkembang dan mulai merambah ke dunia politik. Termasuk saat masuk DPR RIS, dia mewakili Perti.
Baca: 76 Tahun Lahirnya NKRI: Natsir, Mosi Integral, Proklamasi Ke-2 Republik Indonesia
Baca: Inilah Naskah Lengkap Mosi Integral, Pidato Lengkap M. Natsir 3 April 1950 di Parlemen RI





0 Tanggapan
Empty Comments