• Home
  • Kabar
  • Kajian
  • Kolom
  • Feature
  • Musafir
  • Khutbah
  • Canda
  • Ngaji Hadits
  • Kajian Ramadhan
  • Index
  • Mediamu
Senin, Juli 4, 2022
  • Login
  • Home
  • Kabar
  • Kajian
  • Kolom
  • Feature
  • Musafir
  • Khutbah
  • Canda
  • Ngaji Hadits
  • Kajian Ramadhan
  • Index
  • Mediamu
No Result
View All Result
PWMU.CO | Portal Berkemajuan
  • Home
  • Kabar
  • Kajian
  • Kolom
  • Feature
  • Musafir
  • Khutbah
  • Canda
  • Ngaji Hadits
  • Kajian Ramadhan
  • Index
  • Mediamu
No Result
View All Result
PWMU.CO | Portal Berkemajuan
No Result
View All Result

Valentine’s Day Ternyata Sudah Dihapus sejak 1969

Kamis 13 Februari 2020 | 11:58
4 min read
149
SHARES
465
VIEWS
ADVERTISEMENT
Ilustrasi Valentine's day yang dirayakan tiap 14 Februari.
Ilustrasi Valentine’s day yang dirayakan tiap 14 Februari.

PWMU.CO– Valentine’s day atau perayaan Hari Valentine tiap 14 Februari ternyata sudah dihapus dalam Kalender Umum Rumawi pada tahun 1969.

Sejak tahun itu gereja tidak merayakannya Hari Valentine. Penghapusan dilakukan di masa Paus Paulus VI yang menjadi pemimpin Vatikan 21 Juni 1963 hingga 6 Agustus 1978.

Menurut Encyclopaedia Britannica yang dimuat dalam Britannica.com, alasan penghapusan  karena informasi riwayat hidup orang yang disebut sebagai Santo Valentine tidak jelas. Ada banyak versi dengan kisah berbeda mulai dari sosok, tempat, dan perjuangannya.

Penghapusan Valentine’s day ini dilakukan setelah perayaan itu sudah berjalan 15 abad dalam tradisi gereja Katolik sejak Paus Gelasius pemimpin Vatikan tahun 492-496 mendeklarasikan Hari Valentine pada 14 Februari.

Deklarasi itu sebagai upaya mengkristenkan perayaan Lupercalia yang berasal dari tradisi Rumawi diperingati setiap tanggal 15 Februari dengan memasukkan tokoh Santo Valentine yang dicitrakan sebagai orang suci yang mati membela kebenaran.

Valentine’s Day Telanjur Mengakar

Sebelumnya pencitraan tokoh Valentine sudah dilakukan oleh Paus Julius I pemimpin Gereja Katolik mulai 6 Februari 337 hingga 12 April 352. Dia membangun basilika atau tempat ibadah di atas kubur orang yang dikenalkan sebagai Santo Valentine di Terni, Italia.

Walaupun perayaan Valentine day sudah dihapus dalam kalender Kristen tapi bagi penganutnya Valentine’s day telanjur mengakar. Lebih-lebih di kalangan anak muda Eropa dan Amerika yang menyukai percintaan bebas. Kalangan muda ini tak mau kehilangan hari romantisme percintaannya sehingga perayaan terus berlanjut.

Kebutuhan ini kemudian dimanfaatkan para pebisnis yang mengubah sesuatu menjadi penting di hari kasih sayang itu. Maka ditawarkanlah bunga mawar merah, coklat, dan kartu ucapan sebagai dagangan yang laris manis sebagai simbol cinta kasih.

Perayaan Valentine’s day kemudian menyebar ke penjuru dunia di Asia dan Afrika. Bahkan merasuk di kalangan anak muda muslim. Majelis Ulama Indonesia (MUI) di beberapa daerah sudah mengeluarkan fatwa Hari Valentine itu haram toh tradisi ini terus berjalan tanpa peduli asal usulnya.

Siapa Santo Valentine?

Banyak kisah orang suci yang dilegendakan sebagai Santo Valentine yang dijadikan dasar peringatan Hari Valentine. Mereka semua mati dalam perjuangan pelayanan kasih sayang terhadap umat Kristen.

Dalam tulisan di History.com dijelaskan, sosok itu pertama, Valentine adalah seorang imam yang melayani umat Kristen pada abad ketiga di Roma. Di zaman itu Kaisar Claudius II memutuskan wajib militer untuk semua pria muda dan larangan menikah muda.

Valentine  menentang keputusan itu. Dia tetap melayani pernikahan untuk kekasih muda secara rahasia. Ketika tindakan ini ketahuan maka Kaisar memvonis hukuman mati bagi Valentine.

Cerita lainnya Santo Valentine adalah uskup dari Terni, Italia. Dia dihukum mati dengan dipenggal kepalanya oleh Kaisar Claudius II karena membantu orang Kristen melarikan diri dari siksaan penjara Rumawi.

Menurut salah satu legenda lagi, Valentine hidup di penjara dikunjungi oleh gadis muda yang jatuh hati kepadanya. Sebelum kematiannya, dia menulis kartu ucapan cinta pada gadis itu dengan kata  dari Valentinemu. Kata inilah yang lantas populer dipakai di masa perayaan dengan mengungkapkan cinta lewat kartu Valentine oleh anak-anak muda.

Perayaan Lupercalia

Hari Valentine dipercaya berasal dari tradisi Lupercalia yang dirayakan orang Rumawi sebagai hari kesuburan dan cinta pada 15 Februari. Ini festival kesuburan yang dipersembahkan untuk Dewa Faunus, seperti Dewi Sri kalau dalam tradisi Jawa yang memberi kesuburan pertanian.

Dalam praktik festival ini, anggota Luperci, sebuah ordo pendeta Rumawi berkumpul di gua suci, tempat bayi Romulus dan Remus dalam dongeng Rumawi dipercaya sebagai pendiri kota Roma yang dirawat oleh serigala betina.

Kemudian para pendeta mengurbankan seekor kambing untuk kesuburan, dan seekor anjing untuk pemurnian. Mereka kemudian mengupas kulit kambing menjadi potongan-potongan, mencelupkannya ke dalam darah kurban lantas diarak ke jalanan.

Perempuan-perempuan muda keluar rumah berjajar di sepanjang jalan menantikan datangnya para pendeta pembawa kulit kambing ini dengan suka cita dan penuh harapan.

Kulit kambing itu kemudian dioleskan para pendeta kepada tubuh perempuan-perempuan ini dengan harapan diberi kesuburan anak. Ladang-ladang milik penduduk juga diolesi kulit berdarah itu supaya memberi kesuburan tanaman dan hasil panen yang melimpah.

Setelah itu perempuan muda berkumpul di kota menuliskan namanya kemudian dimasukkan di sebuah guci. Para lelaki lalu mengambil nama secara acak dalam guci untuk menjadi pasangan tahun itu.

Pasangan ini lantas berkencan atau bercinta bebas suka-suka mereka. Sebab hari itu hari anak muda mencari pasangan. Hubungan ini bisa berlanjut ke pernikahan atau putus begitu saja. (*)

Penulis/Editor Sugeng Purwanto

Tags: Hari ValentinePaus GelasiusSanto ValentineValentine Day
SendShare60Tweet37Share

Related Posts

Keliling Kelas Kampanye Anti Valentine Day

Sabtu 16 Februari 2019 | 05:56
104

Choir/pwmu.coPengurus IPM Spemma menunjukkan poster anti Valentine Day. PWMU.CO-Pengurus IPM SMP Muhamadiyah 5 Pucang (Spemma)...

Siswa Ini Galang Aksi Valentine Day Diganti Moral’s Day

Kamis 14 Februari 2019 | 20:49
19

Hanafi/pwmu.coSiswa Smamda Sidoarjo beraksi tolak Valentine Day menggantinya dengan Moral's Day. PWMU.CO-Siswa SMA Muhammadiyah 2...

Pelajar Istimewa Se-Kota Yogyakarta Bersatu Gelar Aksi Peduli Moral

Kamis 15 Februari 2018 | 15:49
220

Aksi di 0 KM. (Ulin/PWMU.CO) PWMU.CO - Lebih dari 500 pelajar...

Ribuan Siswa SMAMDA Tanda Tangan Tolak Valday

Rabu 14 Februari 2018 | 11:17
109

Hanafi/pwmu.coMurid SMAMDA Sidoarjo tanda tangan menolakan perayaan Valday. PWMU.CO-Ribuan pelajar SMA...

Baru Dilatih, Dai Remaja Ini Langsung Dakwah lewat Aksi Tolak Valday

Rabu 14 Februari 2018 | 10:08
86

Foto bersama dai Ipmawati dengan spanduk tolak Valday. (Fauzul/PWMU.CO) PWMU.CO -...

Guru-Guru yang Optimis Remaja Muhammadiyah Tak Kepincut Godaan ‘Coklat dan Bunga Mawar’ Valday

Selasa 13 Februari 2018 | 16:46
30

Ainul Muttaqin, Kepala SMAM 1 Gresik. (Ain/PWMU.CO) PWMU.CO - Gencarnya "promosi"...

Kenal sejak SMP tapi Tolak Rayakan, Remaja Muhammadiyah tentang Valday

Selasa 13 Februari 2018 | 15:54
456

Coklat dan bunga mawar plastik yang dipajang salah satu minimarket. (Tari/PWMU.CO)...

Discussion about this post

Populer Hari Ini

  • Songsong Tahun Ajaran Baru, Ini Program Lima Kabid SD Mudisa Jember

    1146 shares
    Share 458 Tweet 287
  • Idul Adha Arab Saudi dan Muhammadiyah Sama, Kebetulan yang Penuh Berkah

    7128 shares
    Share 2851 Tweet 1782
  • Masjid Al Fattah Tulungagung, Ada Filosofi Sujud dalam Arsitekturnya

    1091 shares
    Share 436 Tweet 273
  • Gus Baha’ Sentil Umat yang Malas

    1409 shares
    Share 564 Tweet 352
  • Idul Adha 2022 Beda: Muhammadiyah 9 Juli, Pemerintah 10 Juli, Begini Menyikapinya

    10316 shares
    Share 4126 Tweet 2579
  • Pakai E-Voting, Muktamar Ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah

    8734 shares
    Share 3494 Tweet 2184
  • Puasa Arafah, saat Wukuf atau Tanggal 9 Dzulhijjah?

    489 shares
    Share 196 Tweet 122
  • Enam Aspek Pemahaman dalam Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka

    6740 shares
    Share 2696 Tweet 1685
  • RSML Juara Umum PORRSMA

    158 shares
    Share 63 Tweet 40
  • Puasa Arafah Berdasarkan Hari atau Tanggal?

    517 shares
    Share 207 Tweet 129

Berita Terkini

  • Meneladani Keluarga Nabi Ibrahim dari Kisah KurbanSenin 4 Juli 2022 | 12:33
  • Aktivis IMM
    Aktivis IMM Itu Juara Dai NasionalSenin 4 Juli 2022 | 11:37
  • Luar Biasa! Begini Besarnya Potensi Lahan Dakwah DigitalSenin 4 Juli 2022 | 08:25
  • Kepala Sekolah Wajib Miliki Tiga Kriteria IniSenin 4 Juli 2022 | 07:14
  • Tiga Keistimewaan Bulan Dzulhijah Dikupas di Kajian Ahad PCM SineMinggu 3 Juli 2022 | 23:27
  • Dipuji Haedar Nashir
    Dipuji Haedar Nashir, Begini Respon Rektor UM BimaMinggu 3 Juli 2022 | 22:42
  • Gelar Seminar Jurnalistik
    Gelar Seminar Jurnalistik, IMM al-Iskandariyah Perangi HoaxMinggu 3 Juli 2022 | 22:14
  • Upgrading Metode Tajdied
    Upgrading Metode Tajdied, Guru Belajar Kode TepukanMinggu 3 Juli 2022 | 20:53
  • Ikut Pelatihan Menulis, Dapat Rezeki NomplokMinggu 3 Juli 2022 | 20:33
  • Ketua PWM Jatim Saad Ibrahim membuka Bimtek Dai LDK di Nagjuk. (Anam/PWMU.CO)
    Pesan untuk Dai LDK dari Ketua PWMMinggu 3 Juli 2022 | 20:06

Hubungi Kami

WA : 0858-5961-4001
Email :pwmujatim@gmail.com
  • Dewan Redaksi dan Alamat
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2021 pwmu.co - PT Surya Kreatindo Mediatama.

No Result
View All Result
  • Home
  • Kabar
  • Kajian
  • Kolom
  • Feature
  • Musafir
  • Khutbah
  • Canda
  • Ngaji Hadits
  • Kajian Ramadhan
  • Index
  • Mediamu

© 2021 pwmu.co - PT Surya Kreatindo Mediatama.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In