Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Tapak Suci Pimda 06 Kota Surabaya. Dalam Kejuaraan Piala KONI Surabaya 2025 cabang olahraga pencak silat, Tapak Suci sukses mempertahankan gelar juara umum setelah tampil konsisten dan unggul atas perguruan-perguruan lainnya.
Kejuaraan yang berlangsung di Mal Cito Surabaya sejak Jumat (12/12/2025) ini diikuti oleh 1.535 atlet dari 22 perguruan pencak silat se-Kota Surabaya.
Ajang tersebut menjadi salah satu program rutin Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Surabaya dalam rangka pembinaan atlet sekaligus penjaringan talenta potensial sejak usia dini.
Ketua Pengcab IPSI Kota Surabaya, Bambang Haryo Soekartono, menegaskan bahwa Piala KONI Surabaya memiliki peran strategis dalam menyiapkan regenerasi atlet. Menurutnya, kejuaraan ini menjadi fondasi penting untuk menghadapi berbagai agenda besar olahraga pencak silat di masa depan.
“Piala KONI Surabaya kami rancang sebagai seleksi awal menuju Popda 2026, Porprov 2027, hingga PON 2028. Melalui kejuaraan ini, atlet-atlet terbaik Surabaya dapat dipetakan dan dibina secara berkelanjutan,” jelas Bambang.
Pada kategori Prestasi Golongan Remaja dan Dewasa antarperguruan se-Kota Surabaya, Tapak Suci Pimda 06 tampil dominan dan berhasil mengamankan posisi Juara Umum I dengan perolehan 13 medali emas, 11 perak, dan 4 perunggu.
Hasil tersebut mengantarkan Tapak Suci unggul atas Perguruan PSHT sebagai Juara Umum II serta Perguruan Persinas ASAD di peringkat ketiga.
Sekretaris Umum Pimda 06 Tapak Suci Surabaya, A. Dhany Irawan Syah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet dan tim pelatih atas kerja keras yang telah ditunjukkan.
“Capaian ini merupakan hasil dari proses latihan yang disiplin dan kekompakan tim. Kami bersyukur Tapak Suci kembali dipercaya menjadi juara umum,” ungkapnya.
Salah satu pelatih Tapak Suci, Hamri, menekankan pentingnya sikap rendah hati di tengah prestasi yang diraih. Ia mengingatkan para atlet agar menjadikan kemenangan ini sebagai motivasi untuk terus berkembang.
“Prestasi ini bukan akhir, atlet harus tetap rendah hati dan terus belajar agar bisa tampil lebih baik di kejuaraan berikutnya,” ujarnya.
Hamri juga mengungkapkan bahwa menjelang kejuaraan, para atlet telah menjalani training center (TC) selama 10 hari dengan fokus pada peningkatan teknik, fisik, dan mental bertanding. Program tersebut dinilai efektif dalam mempersiapkan atlet menghadapi persaingan yang ketat.
Ke depan, Tapak Suci Pimda 06 Kota Surabaya menargetkan dapat mempertahankan prestasi serupa pada ajang-ajang mendatang. Selain itu, mereka berharap semakin banyak atlet Tapak Suci yang terpilih untuk memperkuat Tim IPSI Surabaya di berbagai kejuaraan tingkat regional maupun nasional.





0 Tanggapan
Empty Comments