Iklan SDM 4 Mudipat 2026

3.000 Warga Aisyiyah Padati Milad ke-109, Menguatkan Dakwah Kemanusiaan untuk Lamongan yang Berkemajuan

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
3.000 Warga Aisyiyah Padati Milad ke-109, Menguatkan Dakwah Kemanusiaan untuk Lamongan yang Berkemajuan
Tabligh Akbar oleh Prof. Dr. Mufdhillah, S.ST., M.Sc. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Lautan hijau memenuhi Gedung DOME Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA), Ahad (26/7/2026). Sekitar 3.000 anggota Aisyiyah dari seluruh penjuru Kabupaten Lamongan hadir dalam peringatan Milad ke-109 Aisyiyah yang diselenggarakan Pimpinan Daerah (PDA) Aisyiyah Lamongan.

Semarak acara semakin terasa dengan penampilan drumband, bazar UMKM ISWARA, penganugerahan Aisyiyah Awards 2026, serta Tabligh Akbar yang menghadirkan Prof. Dr. Mufdhillah, S.ST., M.Sc, anggota Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Aisyiyah. Kegiatan Milad mengusung tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian.”

Sejak pagi, kawasan DOME UMLA dipenuhi antusiasme warga. Langkah-langkah para ibu berbalut seragam hijau khas Aisyiyah berpadu dengan alunan musik drumband yang menyambut kedatangan peserta. Di sisi lain, deretan tenda bazar yang diisi para pelaku UMKM anggota ISWARA ramai dikunjungi. Aneka makanan, minuman, kudapan, busana muslimah, seragam Aisyiyah, hingga berbagai aksesori menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta yang datang dari berbagai kecamatan.

Dalam sambutannya, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, menyampaikan apresiasi atas kiprah panjang Aisyiyah yang terus berjalan berdampingan dengan Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam membangun masyarakat.

“Terima kasih kepada Aisyiyah Lamongan yang selama ini terus bergerak bersama Pemerintah Kabupaten Lamongan, berkhidmah dan berjuang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Lamongan”, ujarnya.

Menurut Bupati, usia 109 tahun bukan sekadar angka, tetapi menjadi bukti nyata konsistensi Aisyiyah dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Kiprah organisasi perempuan Muhammadiyah ini telah dirasakan melalui berbagai program di bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan perempuan, sosial kemasyarakatan, hingga penguatan keluarga di tengah dinamika kehidupan modern.

Puncak acara diisi dengan Tabligh Akbar oleh Prof. Dr. Mufdhillah, S.ST., M.Sc. Dalam tausiyahnya, ia mengajak seluruh warga Aisyiyah untuk senantiasa mensyukuri nikmat Allah SWT dengan mengingat firman-Nya dalam Surah An-Nahl ayat 18: “Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya.”

Dakwah Kemanusiaan

Menurutnya, ayat tersebut mengingatkan bahwa rasa syukur harus diwujudkan melalui amal saleh dan pengabdian kepada sesama. Di tengah berbagai tantangan global, mulai dari konflik kemanusiaan, kekerasan, kemiskinan, hingga ketidakadilan yang mengikis nilai-nilai kemanusiaan, dakwah tidak cukup hanya disampaikan melalui lisan, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata yang memberi solusi bagi masyarakat.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Ibu asal Bulubrangsi Laren Lamongan ini juga mengajak seluruh kader Aisyiyah untuk terus menjaga harkat dan martabat manusia dengan memulai dari lingkungan yang paling dekat, yaitu keluarga.

Pesan tersebut selaras dengan perjalanan panjang Aisyiyah yang selama 109 tahun terus menghadirkan gerakan dakwah yang mencerahkan. Melalui pendidikan, pelayanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi perempuan, pembinaan keluarga, hingga aksi sosial kemanusiaan, Aisyiyah membuktikan bahwa dakwah adalah gerakan yang menyentuh seluruh aspek kehidupan.

Peringatan Milad ke-109 juga menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada kader, cabang, dan ranting yang telah melahirkan berbagai inovasi melalui Aisyiyah Awards 2026. Penghargaan tersebut menjadi penyemangat agar semangat berlomba dalam kebaikan (fastabiqul khairat) terus tumbuh di seluruh lingkungan Aisyiyah.

Menjelang siang, acara ditutup dengan doa bersama. Namun semangat yang dibawa pulang oleh ribuan peserta terasa jauh lebih besar daripada sekadar menghadiri sebuah peringatan milad. Mereka pulang membawa penguatan bahwa dakwah kemanusiaan harus terus hidup di rumah, di sekolah, di tempat kerja, di lingkungan masyarakat, dan dalam setiap langkah pengabdian.

Di usia ke-109, Aisyiyah kembali menegaskan jati dirinya sebagai gerakan perempuan Islam berkemajuan yang tidak hanya menjaga nilai-nilai keislaman, tetapi juga terus menghadirkan solusi bagi persoalan umat. Bersama masyarakat dan pemerintah, Aisyiyah Lamongan terus melangkah, memperkuat dakwah kemanusiaan untuk mewujudkan Lamongan yang lebih maju, sejahtera, dan berkeadaban. (*)

SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu