Sejak Zaman Nabi, Islam Selalu Toleran dengan Pemeluk Agama Lain

75
Pasang Iklan Murah
Suasana pertemuan dan dialog antara PWM Jatim dengan Keuskupan Surabaya

PWMU.CO – Sebagai salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia, Persyarikatan Muhammadiyah sangat terbuka dan toleran dengan siapun. Termasuk dengan organisasi keagamaan non Islam sekalipun.

Oleh karena itu, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur menyambut baik kedatangan Keuskupan Surabaya Bidang Kerasulan dalam rangka untuk bersilaturrahim di Aula Rapat Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur.

Ketua PWM Jatim Dr M. Saad Ibrahim dalam sembutannya mengatakan secara teologis Islam dengan agama samawi lainnya memiliki relasi yang sama. Dijelaskan bahwa Yahudi merupakan ajaran yang bersumber dari Musa AS. Nabi yang menerima Wahyu dari Allah berupa Kitab Taurot.

(Baca: Sowan ke Muhammadiyah Jatim, Konjen Tiongkok Hapus Stigma Anti-Islam)

Sedangkan agama Kristen bersumber dari ajaran yang dibawa oleh Isa AS. Nabi yang menerima Wahyu Kitab Injil. Sementara Nabi Muhammad diutus oleh Allah SWT untuk menyempurnakan agama yang dibawa oleh Nabi-nabi sebelumnya.

”Meski demikian, Nabi Muhammad yang diberikan Wahyu berupa kitab suci Al-Qur’an tidak memaksa pemeluk agama lain untuk masuk Islam, termasuk pemeluk Yahudi dan Nasrani,” terangnya, Jum’at (7/7) kemarin.

Islam, kata Dosen Pascasarjana UIN Maliki Malang ini sangat toleran. Bahkan, dengan pengikut agama lainnya. Dicontohkan bahwa ketika Islam berkuasa di Madinah misalnya, dibuat piagam Madinah berisi undang-undang yang mengatur kebebasan beragama. ”Islam sangat melindungi pemeluk agama lain untuk melakukan ritual ibadahnya,” tuturnya.

(Baca juga:Bertemu Pastor Fred S Tawaluyan, Inilah Pesan Toleransi Otentik dari Manado yang Disampaikan pada…)

Lebih lanjut Saad menegaskan bahwa Islam di Indonesia pun sangat toleran dengan pemeluk agama lainnya. Termasuk dengan enam agama yang resmi diakui oleh Pemerintah.

”Adaikata umat Islam di Indonesia yang mayoritas ini tidak toleran dan melakukan hal yang sama dengan di Myanmar ataupun di beberapa negara lainnya, maka akan juga terjadi kekacauan yang kurang lebih sama. Maka inilah bagian dari pluralitas dan toleransi Islam Indonesia itu sendiri,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, tak lupa Saad mengucapkan rasa terima kasih atas kehadiran Keuskupan Surabaya dalam rangka silaturrahim dan berdialog. ”Muhammadiyah Jatim menyambut baik kunjungan ini,” tandasnya.(aan)