Di Hari Pertama Sekolah, Siswa Baru SD Muhammadiyah 18 Surabaya Terbangkan Balon Cita-citanya ke Langit

166
Pasang Iklan Murah
Siswa baru SD Muhammadiyah 18 Surabaya memegang balon bertuliskan cita-cita dan biodatanya.

PWMU.CO – Ratusan lulusan taman kanak-kanak (TK) mulai berjajar rapi dan membentuk barisan. Dengan raut wajah ceria, 90 siswa baru SD Muhammadiyah 18 Surabaya memadati lapangan sekolah untuk mengikuti massa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS).

Siswa kelas 1 sekolah beralamatkan di Jalan Mulyorejo Tengah No5 Surabaya ini pun datang didampingi oleh orangtuanya. Mereka langsung dibimbing oleh guru-guru untuk saling sapa dan mengenal teman barunya.

iklan

(Baca: SD Muhammadiyah 11 Surabaya Sambut Siswa Baru dengan Tarian Yosakoi)

Selain itu, para siswa baru dipenggangi balon bertuliskan biodata dan cita-citanya. Beberapa saat kemudian, balon warna-wani itu dilepaskan ke langit,. Tak urung, langit SD Muhammadiyah 18 Surabaya penuh dengan balon warna-warni, Senin (17/7) lalu.

Kepala SD Muhammadiyah 18 Surabaya Ainul Rofiq mengatakan MPLS tahun ini sengaja dirancang dengan memperhatikan kesukaan para siswa-siswi. Salah satunya menerbangkan balon warna-warni. Semua balon sudah disiapkan oleh pihak sekolah agar mereka lebih ceria dan semangat bersekolah.

Baca juga: Investasi Terbesar Guru adalah Mengajar dengan Hati: Hari Pertama Masuk Sekolah bersama Wakil Bupati Gresik)

”Ini sebagai bagian dari motivasi dan proses adaptasi siswa baru agar gemar bersekolah. Dimana pola belajar siswa baru itu dulunya adalah bermain, dan saat ini jenjang pendidikannya lebih. Jadi, kami sengaja memilih sesuatu yang disenangi oleh anak-anak. Semoga balon cita-cita yang diterbangkan kelangit itu juga bisa terwujud. Amin,” ujarnya.

Ia menambahkan, selain mengkombinasikan antara belajar dan bermain, pihak sekolah juga menerapkan calistung sebagai upaya pemetaan minat belajar siswa kelas satu.”Calistung ini insya Allah tidak memberatkan. Apalagi memaksakan.  Ini hanya untuk pemetaan saja. Pada pemetaan awal diketahui 90 persen sudah bisa membaca menulis,” tandasnya.(izzy/aan)