Ide Gila PUSAM UMM: Menyatukan Syariah dan HAM

118
Pasang Iklan Murah
Dari kiri: Prof Syamsul, Prof Tore, Prof Heiner, dan Prof Lena. (Foto istimewa/pwmu.co)

PWMU.CO – Berbicara tentang syariah dan hak asasi manusia (HAM) mungkin tak akan ada habisnya. Atau bahkan sulit bertemu satu dengan lainnya. Tetapi Pusat Studi Agama dan Multikulturalisme (PUSAM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memiliki solusi atas hal tersebut melalui kegiatan yang bertajuk The Master Level Course (MLC) on Sharia and Human Rights.

Dalam pembukaan acara Senin (24/7) siang di Hotel UMM Inn, Ketua PUSAM UMM Prof Dr Syamsul Arifin MS menyampaikan bahwa MLC telah memasuki tahun ke-7. “Sejak tahun 2010 kami telah bekerjasama dengan Oslo Coalition dan Bringham University,” jelasnya. PUSAM juga telah membuka program Pascasarjana dengan konsentrasi HAM dan Syariah yang didukung penuh oleh Asia Foundation dengan memberikan beasiswa pada 10 mahasiswa.

(Berita terkait: Selamatkan Indonesia dengan Syariah Versus Selamatkan Indonesia dari Syariah dan Berbaju Hitam dengan Mulut Komat-Kamit, Pria Ini Sihir Peserta Kursus di UMM Inn)

Peserta MLC yang harus mengikuti materi selama 5 hari ke depan diambil dari proses seleksi peserta yang telah dilakukan beberapa bulan sebelumnya. Calon peserta mengirimkan rencana penelitian mereka terkait Syariah dan HAM yang kemudian diumumkan pada tanggal 20 Juni 2017 lalu.

Majelis Pendidikan Kader Jawa Timur patut berbangga karena dua kadernya lolos menjadi peserta kegiatan tersebut. Mereka adalah anggota Majelis Pendidikan Kakder (MPK) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan Nu’man Suhadi dan anggota MPK PDM Gresik Ria Eka Lestari. Selain sebagai MPK di Jawa Timur, Nu’man juga merupakan anggota Lembaga Informasi dan Komunikasi (LIK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim sedangkan Tari merupakan Sekretaris Departemen Sosial Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jatim.

(Baca juga: UMM Cetak Aktivis HAM dan Perdamaian Internasional  dan Ketika Profesor Berbagai Negara Bahas HAM di Universitas Muhammadiyah Malang)

Coalition mulai mempelajari HAM sejak tahun 1998. “Tidak monitoring tetapi bekerjasama dan menjalin pertemanan sehingga ada kenyamanan dalam mempelajarinya, tidak hanya HAM tetapi juga Syariah,” katanya dalam sambutan pendeknya. Lena—panggilan akrabnya—berharap peserta menikmati atmosfer bersama selama 5 hari ini. “HAM oke, tetapi Syariah ada dalam hati saya,” imbuhnya menutup sambutan.

Prof Heiner Bielefeldt dari Universitas Erlangen Jerman yang juga hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut mengaku sangat senang dan akan berbagi passion-nya tentang HAM dan kebebasan beragama. Berdasarkan pengalamannya berkunjung di Vietnam dan Kazakhstan, memahami HAM itu bukanlah suatu hal yang mudah tetapi juga tidak terlalu sulit.

(Baca juga: UMM Beri Beasiswa S2 untuk Studi HAM dan Syariah)

“Indonesia dengan impressed legacy-nya diimbangi dengan masyarakat yang terbuka pikirannya mampu melihat ke depan sehingga membuat saya tertarik untuk berkomunikasi dan berdiskusi di forum ini,” tandasnya.

Sementara itu, Prof Tore Lindholm dari Universitas Oslo Norwegia menyampaikan kebanggaannya terhadap PUSAM UMM yang mampu mempertahankan terselenggaranya kegiatan yang tidak biasa bagi kebanyakan masyarakat umum. “Adalah sebuah ide gila bagaimana menyatukan Syariah dan HAM karena itu saya ucapkan selamat atas kehadiran Anda dalam forum ini,” sambutnya pada para Peserta.

Ada 30 peserta yang ikut dalam MLC. Mereka datang dari seluruh Indonesia seperti Aceh, Yogyakarta, Banjarmasin, Lamongan, Bojonegoro, Pasuruan, Gresik, Malang, Batu, Jakarta, Riau, dan Surabaya. Uniknya ada 1 peserta Kristiani. (MN)