Sebanyak 346 siswa SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya mengikuti kegiatan Darul Arqam di Pondok Pesantren eLKISI Mojokerto, 9–11 Maret 2026.
Program pembinaan siswa Smamda Surabaya ini tidak hanya memperdalam pemahaman agama, tetapi juga secara khusus melatih keberanian siswa menyampaikan ayat Al-Qur’an dan hadis di hadapan publik.
Kegiatan Darul Arqam siswa Smamda Surabaya tahun ini dirancang sebagai ruang pembinaan karakter sekaligus latihan komunikasi keislaman bagi para siswa.
Melalui berbagai sesi pembelajaran dan praktik, siswa Smamda Surabaya didorong untuk berani menyampaikan pesan-pesan Al-Qur’an dan hadis secara terbuka.
Ketua Panitia Darul Arqam, Darwis, S.Pd., menjelaskan, kegiatan ini diikuti oleh 175 siswa dan 171 siswi sehingga total peserta mencapai 346 orang.
“Target dari Darul Arqam tahun ini adalah agar para peserta mampu menyampaikan ayat Al-Qur’an dan hadis dengan baik di hadapan publik,” ujarnya.
Menurut Darwis, kemampuan menyampaikan pesan agama menjadi bekal penting bagi siswa Smamda Surabaya agar tidak hanya memahami ajaran Islam, tetapi juga mampu mengkomunikasikannya kepada masyarakat.
Pembukaan Berlangsung Khidmat
Pembukaan kegiatan berlangsung pada Senin (9/3/2026) dengan suasana khidmat. Acara diawali oleh Rizka Putri Pertiwi, siswi kelas XI yang bertindak sebagai pembawa acara.
Rangkaian pembukaan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Zulfahmi Ilmi serta sari tilawah yang disampaikan oleh Khefy Salwa.
Suasana religius tersebut menjadi awal yang menandai dimulainya pembinaan intensif selama tiga hari bagi siswa Smamda Surabaya.
Kepala Smamda Surabaya Mukhlasin, M.Pd, yang secara resmi membuka kegiatan mengingatkan para siswa agar menjalani seluruh proses dengan penuh kesungguhan dan kedisiplinan.
Dia menuturkan, selama mengikuti Darul Arqam, siswa Smamda Surabaya akan menjalani pola kehidupan yang mungkin berbeda dari rutinitas mereka di rumah.
“Selama tiga hari ini kalian akan menjalani kebiasaan baru yang mungkin berbeda dengan rutinitas di rumah, mulai dari bangun malam untuk qiyamul lail, mencuci piring setelah makan, hingga antre mengambil makanan. Ikuti semua proses ini dengan hati yang ikhlas,” pesannya.
Menurut Mukhlasin, kebiasaan-kebiasaan sederhana tersebut merupakan bagian dari proses pendidikan karakter agar siswa Smamda Surabaya terbiasa hidup disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab.
Sementara itu, Sekretaris Yayasan eLKISI, Dr. Hairul Warizin, SE, MM, dalam sambutan selamat datangnya berharap kegiatan ini mampu memberikan pengalaman yang bermakna bagi para peserta.
Dia menyampaikan bahwa selama tiga hari ke depan mereka akan menjalani berbagai aktivitas yang dapat membentuk pola pikir dan sikap baru.
“Selamat datang kepada seluruh peserta dan pendamping. Dalam tiga hari ini kalian akan merasakan perubahan. Semoga perubahan kecil yang kalian alami dapat membawa dampak pada perubahan sikap dan menjadikan kalian lebih optimis dalam menatap masa depan,” ujarnya.
Membentuk Karakter dan Kepercayaan Diri
Melalui kegiatan Darul Arqam ini, siswa Smamda Surabaya diharapkan tidak hanya mendapatkan pengalaman spiritual, tetapi juga membangun karakter yang lebih kuat.
Selain memperdalam pemahaman agama, kegiatan ini menjadi sarana untuk melatih keberanian berbicara, membangun kepercayaan diri, serta menumbuhkan semangat dakwah di kalangan pelajar.
Dengan bekal tersebut, mereka diharapkan mampu menjadi generasi muda yang tidak hanya memahami ajaran Islam, tetapi juga berani menyampaikan nilai-nilai kebaikan kepada masyarakat. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments