Ketika Alumni IMM Bicara Soal Kepemimpinan Ideal di Jatim

166
Pasang Iklan Murah
Sesi Dialog Kebangsaan pada Pelantikan Korkom IMM UNESA

PWMU.CO – Pelantikan Pimpinan Koordinator Komisariat (Korkom) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menjadi ajang reuni bagi sejumlah alumni IMM Jawa Timur. Acara yang di Gelar di Hall Millenium SD Muhammadiyah 4 Pucang, Surabaya, Kamis (21/9) sekaligus menyorot soal kepemimpinan ideal menjelang Pilgub (pemilihan Gubernur) Jatim pada tahun 2019.

Bahrul Amiq, demisioner Ketua Umum Pimpinan Cabang (PC) IMM Surabaya menyampaikan acara ini sengaja dikemas dengan dialog panel dengan menghadirkan sejumlah alumni. ”Ini agar teman-teman mendapatkan pencerahan terkait model kepemimpinan yang ideal di Jatim,” ujarnya.

iklan

Choirul Anam, salah satu nara sumber dalam pelantikan mengurai tentang pentingnya figure pemimpin yang amanah dan cerdas dalam mengambil kebijakan. ” Pemimpin itu ya harus Amanah dan cepat dan bijak dalam mengambil keputusan sehingga membawa kebaikann bagi rakyatnya,” papar Komisioner KPUD Jawa timur di hadapan ratusan Mahasiswa dari berbagai kampus di Surabaya.

Senada itu, Arif Sulistiawan menambahkan untuk menjadi seorang pemimpin harus disiapkan sejak dini agar menjadi Pemimpin yang yang mumpuni. ”Menjadi pemimpin itu tidak instan. Tapi harus berproses,” imbuh Mantan Ketua DPD IMM JATIM Tahun 2006 yang menrkuni Dunia Akademisi di salah satu Sekolah di Kabupaten Bojonegoro.

Nursyamsi Ketua KPUD Surabaya ini berpendapat, Kepemimpinan Ideal saat ini adalah model pemimpin yang tidak terlepas dari tatanan Agama. ”Agama kita sudah mengatur semua aspek kehidupan yang tidak mungkin agama di pisahkan,” tutur alumni Komisariat IMM Unesa Surabaya ini.

Lebih lanjut Muh. Roissudin menguraikan Pola kepemipinan yang Ideal adalah kepemimpinan yang sesuai dengan tantangan zaman. ”Model kepemimpinan yang mampu menjawab tantantangan berbagai persoalan rakyat dan Solutif adalah kepemimpinan yang di butuhkan saat ini,” urai mantan DPD IMM JATIM yang aktif sebagai Komisioner Lembaga Sensor Film.

Sebagai pembicara pamungkas, Najih Prasetyo menguraikan pentingya kepemimpinan profetik di tengah kondisi politik yang sangat dinamis seperti saat ini. ”Model kepemimpinan Rosul adlah sebuah keharusan yang tidak bisa ditawar tawar lagi,” terang mantan Ketua DPD IMM Jatim tahun 2015 yang kini menjadi Ketua Korwil Jaringan Pendidikan Pemilu Rakyat (JPPR) Jatim.

Perlu diketahui, Pelantikan komisariat merupakan prosesi pergantian pimpinan IMM di level kampus dengan masa periode satu tahun. Muhi Budin Nugroho, mahasiswa jurusan D3 transportasi semester 7 menjadi Nahkoda IMM di Kampus Unesa hingga 2018.(rois/aan)