
PWMU.CO – Mahasiswa Kelompok 53 Gelombang 1 Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) turut serta dalam kegiatan pemilihan Ketua Rukun Warga (RW) 4 di Dusun Bunut Kidul, Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, pada Minggu (09/02/2025) pagi.
Keikutsertaan kelompok 53 dalam kegiatan ini tidak hanya sebatas menghadiri acara, tetapi juga berperan aktif dalam memastikan jalannya pemilihan berlangsung secara transparan, jujur, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Mereka membantu dalam proses pemungutan suara, penghitungan suara, hingga rekapitulasi hasil pemilihan. Dengan adanya keterlibatan mahasiswa sebagai pengawas independen, diharapkan potensi kecurangan dan pelanggaran dapat diminimalisir.
Pemilihan Ketua RW 4 dilaksanakan melalui mekanisme musyawarah yang berlangsung di jalan Dahlia Dusun nomor 34, RT 02, RW 04. Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dihadiri oleh Kepala Desa Asrikaton, Bapak Supa’adi, serta tokoh masyarakat dan warga setempat.
Sejak pukul 08.00 WIB, warga telah berdatangan dengan penuh antusias. Mereka mengantre di Tempat Pemungutan Suara (TPS), di mana panitia dan saksi pemilu sudah bersiap untuk melayani proses pencoblosan. Layaknya pemilu resmi, warga yang membawa undangan terlebih dahulu mendaftarkan diri, menerima kartu suara, lalu masuk ke bilik suara untuk memilih satu dari lima kandidat ketua RW yang tersedia. Setelah mencoblos, mereka memasukkan kartu suara ke dalam kotak suara yang dijaga oleh petugas.
Menariknya, suasana pemilihan semakin meriah karena dimeriahkan dengan pertunjukan tarian daerah yang dipersembahkan oleh panitia. Hal ini membuat suasana pemilihan terasa lebih hidup dan menjadi ajang kebersamaan bagi warga setempat.
Pengalaman Berharga bagi Mahasiswa PMM
Koordinator PMM Kelompok 53, Bintang Zaman Indrawi, mengungkapkan bahwa keterlibatan mereka dalam kegiatan ini memberikan pengalaman berharga.
“Kegiatan pemilihan Ketua RW 4 di Dusun Bunut Kidul ini berjalan sangat tertib dan meriah, terutama dengan adanya hiburan tarian daerah. Pengalaman ini juga sangat menyenangkan bagi kami karena tidak hanya belajar tentang proses demokrasi di tingkat desa, tetapi juga mendapatkan wawasan baru tentang bagaimana berorganisasi dan bekerja sama dengan masyarakat secara langsung,” ujarnya.
Dengan adanya partisipasi mahasiswa dalam kegiatan ini, diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam kehidupan bermasyarakat. Selain itu, pengalaman ini juga menjadi bentuk nyata dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. (*)
Penulis Nizar Haikal Editor Ni’matul Faizah