
Siswa SMK Muhammadiyah 8 Siliragung, Rizki Nur Hanafi saat melakukan tune up mesin konvensional bersama penguji UKK. (PWMU.CO/Fela).
PWMU.CO – Siswa jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) SMK Muhammadiyah 8 Siliragung (SMK Models) Banyuwangi melaksanakan Uji Kompetensi Kejuruan (UKK) pada senin hingga kamis (17-20/2/2025).
Bertempat di di Laboratorium TKR, Kegiatan UKK terhadiri oleh 113 siswa kelas XII dari jurusan TKR.
Kepada PWMU.CO, Heru Cahyono SSi kepala kompetensi keahlian TKR menjelaskan jika 113 siswa ini akan mendapatkan waktu ujian secara bergiliran.
Beda Waktu UKK
Dalam satu hari ada dua sesi, dan setiap sesi diikuti oleh 15 siswa. Sesi pertama berlangsung pukul 07.00 sampai 11.30, kemudian jeda sholat dhuhur dan makan siang.
Kemudian sesi kedua bermula mulai pukul 12.30-17.00. Sehingga dalam satu hari terdapat 30 siswa yang mengikuti kegiatan UKK.
Waka Kurikulum Suwono SPd menyampaikan bahwa setiap jurusan atau kompetensi keahlian berbeda waktu pelaksanaan UKK.
“Tetapi dari kami pihak kurikulum menjadwalkan mulai (17-26/2024)” ujar Suwono. Praktik di lapangan, lanjut Suwono, akan pihaknya kembalikan lagi kepada kepala kompetensi keahlian.
Kami juga menyampaikan bahwa penguji UKK harus ada dari penguji eksternal, sehingga bisa memberikan nilai yg subjektif kepada anak-anak kelas XII peserta UKK.
Jika ada dari anak – anak yang tidak bisa menyelesaikan UKK maka harus mengikuti remidial atau ujian ulang untuk mendapatkan nilai sesuai dengan kriteria kelulusan.
Dalam pelaksanaan UKK, setiap siswa, setiap siswa akan mendapat lembar kerja (worksheet) yang berisi tentang petunjuk praktik kejuruan dan lembar penilaian. Proses penilaian masing – masing siswa melewati 5 pos penguji.
Pos pertama, siswa akan mendapat ujian berupa materi tentang automobile technology listrik body (kelistrikan).
Dari materi ini siswa mendapat ujian untuk menyelesaikan tentang pekerjaan desain gambar lampu kepala, desain gambar lampu kota, dan desain gambar lampu hazart dan sein. Pada pos ini siswa di uji oleh Anang Prastawa ST.
Ujian di Pos Kedua
Pos kedua sistem injeksi Anvanza K3VE, guru penguji M Zidan Bayu Samudra dari SMK Muhammadiyah 9 Gambiran.
Pada pos kedua siswa akan masuk di item pemeriksaan battery (tegangan accu, continuitas sekring), pemeriksaan sensor dan actuator, dan mencatat data informasi mesin (RPM mesin, ignition timing).
Di samping itu, ada juga prosedur penggunaan analyzer gas, pemeriksaan oli mesin, dan pemeriksaan sistem pendingin (kebocoran radiator dan kondisi radiator cup).
Pos ketiga, siswa akan bertemu dengan penguji Jaka Purnama ST dengan materi ujian sistem starter. Siswa diuji dengan melakukan pengecekan selenoid, karbon brush, angker/armeture, dan pengetesan motor starter tanpa beban.
Pos keempat siswa akan di hadapkan pada meteri engine konvensional dengan tipe mobil kijang 4k – 5k. Bapak Sugeng Sugiono dari Bengkel Rizky Abadi memberikan tugas kepada siswa untuk melakukan pemeriksaan sistem pendingin (kebocoran radiator, kondisi radiator cup, kekencangan tali kipas).
Selain itu, juga pemerikasaan oli mesin (kuantitas dan kualitas pelumas), pemeriksaan celah platina kijang 4k, penyetelan katup (katup hisap dan buang), pemasangan kabel tegangaj tinggi, dan running untuk mesin trainer.
Pos terakhir, siswa menuju ke set overhoule kijan 4k – 5k. Pak sugeng memberikan tugas kepada siswa untuk memeriksa diameter piston, diameter silinder, keretakan block silinder, dan keretakan silinder head.
Jika siswa sudah melalui pos satu sampai lima maka siswa dinyatakan selesai dalam mengikuti kegiatan Uji Kompetensi Keahlian.
Penulis Fela Layyin, Editor Danar Trivasya Fikri