
PWMU.CO – Momen bulan suci Ramadan 1446 Hijriyah menjadi kesempatan bagi SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) untuk meningkatkan kemampuan siswanya. Selain menyiarkan dakwah kultural melalui mimbar sebagai imam dan khatib di masjid-masjid sekitar, siswa Smamita juga berdakwah melalui media sosial Instagram @Smamita18 pada Senin (24/3/2025).
Dakwah singkat yang dikemas dalam “Ngingetin Dakwah Online Smamita” menjadi salah satu cara sekolah untuk mengembangkan kemampuan siswa sesuai dengan tiga pilar utama: Excellent Islamic School, Excellent Quality Academic, dan Global Insight. Para siswa menyampaikan pesan-pesan kebaikan secara langsung kepada masyarakat, di mana saja dan kapan saja. Video tausiah yang dibuat berdurasi sekitar satu menit lebih, bertujuan menjadi pengingat bagi semua orang.
Pembuatan video tausiah ini juga menjadi fasilitas bagi siswa untuk menunjukkan potensi mereka dalam bidang dakwah. Beberapa siswa bahkan menyampaikan tausiah dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Arab, bahasa Inggris, dan bahasa Indonesia.
Satrio Wicaksono, staf humas SMA Muhammadiyah 1 Taman bidang publikasi digital dan marketing, menjelaskan bahwa “Ngingetin Dakwah Online Smamita” diadakan untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana dakwah yang efektif.
“Sekarang, media sosial sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, terutama bagi anak muda. Oleh karena itu, dakwah pun harus berkembang dan menyesuaikan diri agar bisa menjangkau lebih banyak orang,” ujarnya.
Dari berbagai media sosial yang dimiliki Smamita, Instagram dipilih karena banyak digunakan oleh masyarakat, terutama generasi muda.
“Hampir semua orang memiliki Instagram, terutama anak muda zaman sekarang. Jadi, ini menjadi cara mudah untuk menyebarkan pesan-pesan kebaikan selama bulan suci Ramadan,” tambahnya.
Satrio juga menekankan bahwa media sosial terus berkembang, sehingga pemanfaatan video pendek di Instagram harus dibuat menarik dan interaktif agar lebih mudah diakses dan dinikmati. Dengan begitu, Smamita tidak hanya dikenal di dunia nyata, tetapi juga di dunia digital.
“Video Dakwah Online Smamita tidak hanya bermanfaat bagi khalayak, tetapi juga bagi siswa yang terlibat dalam pembuatannya. Mereka dapat belajar keterampilan digital, seperti pembuatan video, editing, dan strategi konten digital. Dengan demikian, video dapat diakses kapan saja dan di mana saja, tanpa harus menghadiri majelis atau ceramah secara langsung,” jelasnya.
Meski demikian, pembuatan video dakwah online memiliki tantangan tersendiri. Beberapa siswa masih merasa gugup saat berbicara di depan kamera. Selain itu, penyampaian materi harus ringan dan tidak kaku agar menarik untuk disaksikan.
Salma Syarifah Abadi, siswa Excellent Class XI-6, mengaku senang dapat tampil dalam video “Ngingetin Dakwah Online Smamita” menggunakan bahasa Arab.
“Saya sempat gugup di awal, padahal saat latihan di rumah saya merasa lancar. Mungkin karena faktor kamera,” ujarnya sambil tersenyum.
Salma menyampaikan tausiah tentang pentingnya ilmu, mengutip firman Allah dalam surat Al-Mujadalah ayat 11:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ
“Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu berilah kelapangan di dalam majelis-majelis. Lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Apabila dikatakan, ‘Berdirilah’, kamu berdirilah. Allah niscaya akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”
Namun, ia mengakui bahwa menyampaikan tausiah dalam bahasa Arab bukan hal mudah.
“Kendala terbesar adalah kosakata. Ada beberapa kata yang jarang saya dengar dan sulit disambungkan dengan kata berikutnya, sehingga membuat penyampaian saya sedikit terhambat,” katanya.
Meski demikian, ia tetap bersyukur mendapatkan kesempatan berdakwah dalam bahasa Arab.
“Saya bangga menjadi bagian dari Smamita yang memberi kesempatan kepada siswa untuk berdakwah dalam berbagai bahasa,” tambahnya dengan penuh kebahagiaan.
Tisya Azelia Pasha, siswa International Class X-5, juga menceritakan pengalamannya dalam program ini.
“Ini adalah pengalaman baru bagi saya dalam menyampaikan dakwah. Saya berbicara tentang keutamaan kebaikan yang melimpah di bulan Ramadan. Kesempatan ini membuat saya berkembang dan lebih memahami arti kebaikan,” tuturnya.
Sementara itu, Azizah Naila, siswa Excellent Class X-7 yang memiliki bakat sebagai presenter, merasa senang dapat berpartisipasi dalam program ini.
“Saya sangat menikmati pengalaman ini karena bisa menyampaikan pesan kebaikan kepada teman-teman. Meskipun sederhana, perbuatan baik sekecil apa pun bisa sangat bermakna bagi orang lain. Karena itu, saya menyampaikan materi dengan ringan agar mudah dipahami,” ungkap Azizah, yang juga merupakan anggota Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Smamita. (*)
Penulis Nashiiruddin Editor Wildan Nanda Rahmatullah