Setiap Jumat pada pekan ketiga, siswa kelas besar (kelas IV, V, dan VI) SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik, Jawa Timur mengikuti kegiatan khusus yang membahas berbagai hal bersifat pribadi sebagai persiapan memasuki masa remaja.
Kegiatan Keputraan dan Keputrian menjadi wadah bagi siswa kelas besar untuk berdiskusi dan belajar mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan agar dapat melalui masa praremaja dengan baik. Dalam pelaksanaannya, siswa dikelompokkan berdasarkan gender, yakni kelas keputraan dan keputrian.
Sebagai contoh, Keputraan dan Keputrian kelas IV dilaksanakan di kelas IV Andalusia dan Granada. Pada Jumat (29/8/2025), mulai pukul 07.20 hingga 08.10, mereka membahas tema Mengenal Tanda Masa Pubertas. Keputraan didampingi ustadzah Ria Eka Lestari SSi, sementara keputrian dipandu ustadzah Siti Mariyanti SPd.
Penanggung jawab Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab (Ismuba) SDMM, Nur Asiyah SPdI, menjelaskan tujuan kegiatan tersebut.
“Keputraan dan keputrian ini bertujuan untuk mendampingi para siswa di jenjang transisi, membantu mereka memahami dan menghadapi fase perkembangan menuju masa remaja dengan bekal yang matang,” ujarnya.

Kegiatan yang dilaksanakan secara terpisah antara siswa putra dan putri ini dirancang agar edukasi yang diberikan sesuai dengan kodrat dan kebutuhan masing-masing. Untuk kelas V dan VI, pembahasan mencakup tanda pubertas dan masa baligh, serta tata cara mandi besar.
Selain itu, siswa juga diajak membahas topik penting seperti menjaga adab, etika pergaulan, serta cara menyalurkan energi positif melalui kegiatan yang bermanfaat. Diskusi interaktif membuat siswa lebih terbuka dalam menyampaikan pertanyaan maupun pendapat.
Di sisi lain, kelas keputrian memberikan pemahaman tentang fitrah perempuan dalam Islam, pentingnya menjaga kehormatan diri, serta etika berbusana yang santun. Para siswi juga berdiskusi mengenai cara menghadapi perubahan fisik dan emosional, menjaga kesehatan, serta menjadi pribadi yang cerdas dan berakhlak mulia. Suasana penuh kekeluargaan membuat mereka tidak canggung berbagi cerita maupun pengalaman.
Nur Asiyah menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kurikulum holistik yang diterapkan di sekolah.
“Kami tidak hanya fokus pada kecerdasan akademis, tetapi juga pada pembentukan karakter yang utuh,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa fase praremaja merupakan masa krusial.
“Melalui kegiatan Keputraan dan Keputrian ini, kami ingin memastikan setiap anak SDMM memiliki bekal ilmu dan akhlak yang kuat untuk tumbuh menjadi individu yang baik, bertanggung jawab, dan siap menghadapi tantangan di masa depan,” tutur Nur Asiyah. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments