Sidak yang Mengejutkan Itu Berbuah Manis Panen Tanaman Hidroponik

182
Hikmah Press
M Nor Qmari (kiri) memimpin panen hidroponik. (Suyanto /PWMU.CO)

PWMU.CO – Meski sidak alias inspeksi atau kunjungan mendadak Majelis Dikdasmen dan Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gresik membuat “geger” pimpinan dan guru SD Muhammadiyah 2 GKB Gresik, Selasa (20/2/18), tapi berakhir manis dengan panen hidroponik.

Koordinator Pokja Toga Nine Indah Kusumawati SPd menjelaskan, hari itu memang jadwal panen hidroponik. “Kehadiran tamu dari unsur pembantu pimpinan PDM Gresik langsung kami manfaatkan untuk membuka panen itu,” ujarnya sambil menyebut tanamam-tanaman hidroponik yang dipanen seperti pokcoy, selada hijau, selada merah, dan daun mint. “Tanaman tersebut dipanen setelah berumur 6-7 pekan dari pembibitan.”

iklan

Pembukakan panen raya dipimpin Kepala SD Muhammadiyah 2 GKB M Nor Qomari SSi. Tamu-tamu yang berasal dari Majelis Dikdasmen yakni M Fadloli Aziz MPd, Nurul Wafiah MPd, Drs Mohammad Nurfatoni, Mardliyatul Faizun, serta dari MLH Sholihin SP tampak antusias membuka panen.

Baca Juga:  Bupati Gresik Dukung Gerakan Literasi Berlian School, Tulis Sekapur Sirih pada Buku Antologi Siswa

Selain memanen beberapa tanaman hidroponik, Nor Qomari tak lupa mengajak tamunya merasakan daun Stevia, salah satu tanaman Toga koleksi sekolah berjuluk Berlian School itu. “Rasanya manis,” komentar sigkat Mohammad Nurfatoni saat mencicipinya. “Daun Stevia ini dapat menjadi alternatif pengganti gula bagi penderita diabetes,” terang Qomari yang terkejut dengan sidak itu.

Nor Qomari juga mengajak Solihin berkeliling sekitar lingkungan sekolah di Perumahan Pondok Permata Suci untuk melihat imbas program sekolah sehat ke warga. Mulai dari jalanan yang bersih dan bercat rapi, dinding pembatas lingkungan yang dihiasi oleh lukisan bertema lingkungan, atau pohon kelor yang sengaja ditanam sampai sudut toga warga. “Alhasil Bapak Sholihin turut bahagia atas pengimbasan ini,” ujarnya. (Hamidah)

Baca Juga:  Inilah Sekolah Terunggul di Jatim Tahun 2016
Tidak sampai setengah hari, tanaman hidroponik tersebut langsung ludes terjual, baik oleh guru-guru, Ikwam, ataupun tetangga sekitar sekolah. (Yulianti Zaq/PWMU.CO)